digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Poliester merupakan bahan tekstil yang banyak digunakan untuk pakaian. Poliester mudah terbakar dan meleleh saat terkena api. Untuk mengatasi hal tersebut, kain poliester dapat dilapisi suatu material tahan api. Terkait hal ini, poliimida dapat digunakan sebagai pelapis kain poliester karena memiliki ketahanan api yang unggul. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dua jenis kopolimer poliimida telah disintesis, yakni poli-[(N,N'-(1,4-fenilen)piromelitimida)-ko-(N,N'-etilen-piromelitimida)] disingkat poli-(PMDA-PDA-ko-PMDA-EDA), dan poli-[(N,N'-(4,4'-oksidifenilen)-perilentetrakarboksimida)-ko-(N,N'-etilen-perilentetrakarboksimida)] disingkat poli-(PTCDA-ODA-ko-PTCDA-EDA). Sintesis kopolimer tersebut dilakukan dengan memvariasikan rasio molar diamina melalui polimerisasi kondensasi dalam larutan, yang dilanjutkan dengan pematangan (curing) termal secara bertahap hingga suhu 200 °C. Proses pelapisan pada poliester dilakukan menggunakan metode celup pada tahap prekursor asam poliamat sebelum proses pematangan. Keberhasilan pelapisan ini dikonfirmasi melalui spektroskopi Fourier Transform Infrared (FTIR), yakni munculnya puncak vibrasi gugus karbonil cincin imida pada 1370 cm?? dan puncak vibrasi ikatan C-N imida pada 1770 cm??. Kain yang telah dilapisi selanjutnya dievaluasi menggunakan mikroskop optis, mikroskop polarisasi cahaya, Scanning Electron Microscope (SEM), dan pengukuran sudut kontak. Performa kain poliester berlapis poliimida diuji melalui uji bakar vertikal, uji tarik, dan uji pencucian. Kain poliester terlapis poli-(PMDA-PDA-ko-PMDA-EDA) dengan rasio PDA:EDA 8:2 (mol/mol) menunjukkan ketahanan api terbaik dengan waktu nyala 0,57 detik. Kekuatan mekanik kain memenuhi standar ISO 11612 dengan kuat tarik 658,5 N; mulur 123,6%; dan modulus young 220,41 MPa. Selain itu, kain mampu bertahan hingga 20 siklus pencucian rumah tangga dengan pengurangan massa 12,6%. Hal ini menunjukkan bahwa poli-(PMDA-PDA-ko-PMDA-EDA) mampu melapisi kain poliester dan memberikan ketahanan terhadap api yang baik pada kain tanpa menurunkan sifat mekanik kain.