NURUL HIDAYAH
EMBARGO  2029-02-06 
EMBARGO  2029-02-06 
NURUL HIDAYAH
EMBARGO  2029-02-06 
EMBARGO  2029-02-06 
NURUL HIDAYAH
EMBARGO  2029-02-06 
EMBARGO  2029-02-06 
NURUL HIDAYAH
EMBARGO  2029-02-06 
EMBARGO  2029-02-06 
NURUL HIDAYAH
EMBARGO  2029-02-06 
EMBARGO  2029-02-06 
NURUL HIDAYAH
EMBARGO  2029-02-06 
EMBARGO  2029-02-06 
Parasetamol merupakan obat esensial dengan kebutuhan nasional lebih dari 9.000 ton per tahun, sementara Indonesia masih bergantung sekitar 90% pada bahan baku obat impor. Ketergantungan ini menimbulkan kerentanan terhadap gangguan rantai pasok global. Dalam upaya mendukung kemandirian bahan baku obat, penelitian ini mengembangkan rute sintesis alternatif parasetamol dari p-hidroksiasetofenon oksim (4-HAPO) melalui reaksi penataan ulang Beckmann menggunakan katalis asam trifluoroasetat (TFA) dalam sistem reaktor aliran. Prekursor 4-HAPO berhasil disintesis dengan rendemen sebesar 92% dan struktur molekulnya dikonfirmasi melalui analisis ¹H-NMR dan ¹³C-NMR. Pergeseran kimia khas oksim (–NOH) serta sinyal aromatik muncul sesuai dengan literatur. Setelah mengalami penataan ulang Beckmann, spektrum NMR menunjukkan hilangnya sinyal oksim dan munculnya sinyal amida yang mengkonfirmasi terbentuknya parasetamol. Penggunaan TFA sebagai katalis berperan dalam memfasilitasi tahap protonasi oksim dan pembentukan intermediet nitrilium, yang merupakan tahap kunci dalam penataan ulang Beckmann. Sintesis parasetamol dilakukan menggunakan sistem pompa suntik dan pompa peristaltik dengan melakukan optimasi kondisi reaksi meliputi suhu, laju alir, ekivalensi TFA, konsentrasi, dan panjang selang reaktor. Kondisi optimum diperoleh pada suhu 100 °C, laju alir 0,3 mL/menit, 1,1 ekivalen TFA, konsentrasi 0,05 M, dan panjang selang 3 m. Pada kondisi tersebut, rendemen reaksi mencapai 58%, sedangkan reaksi kontinu selama 24 jam menghasilkan rendemen hingga 82% dengan produk berwarna krem pucat. Untuk memenuhi persyaratan mutu farmakope, produk hasil sintesis dimurnikan melalui proses penghilangan warna menggunakan karbon aktif. Konsentrasi karbon aktif dioptimasi pada variasi 5, 10, 15, 25, dan 30% terhadap massa teoritis produk. Hasil optimasi menunjukkan bahwa proses penghilangan warna efektif dalam menurunkan intensitas warna produk. Produk hasil penghilangan warna direkristalisasi dan diperoleh rendemen akhir sebesar 48% berupa padatan berwarna putih. Padatan yang dihasilkan selanjutnya dikarakterisasi menggunakan FTIR, 1H- NMR dan 13C-NMR yang menunjukkan bilangan gelombang dan geseran kimia yang sesuai dengan literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sintesis parasetamol menggunakan reaktor aliran dengan katalis TFA berpotensi menghasilkan produk dengan konversi tinggi dan kemurnian yang baik, serta menjadi jalur sintesis yang lebih efisien dan ramah lingkungan dibandingkan metode konvensional. Pendekatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif teknologi dalam pengembangan produksi bahan baku parasetamol dalam negeri.
Perpustakaan Digital ITB