digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

COVER Muhamad Kasyful Fuadi
EMBARGO  2029-07-16 

Indonesia tengah menghadapi tantangan jebakan pendapatan kelas menengah (Middle-Income Trap) yang menuntut transformasi ekonomi secara menyeluruh, dari ketergantungan pada komoditas menuju industrialisasi berbasis teknologi tinggi, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8%. Namun, lembaga-lembaga Special Mission Vehicles (SMV) yang berperan sebagai Development Finance Institution (DFI) masih memiliki mandat yang terfragmentasi dan cenderung berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi celah dalam mandat kebijakan serta merumuskan strategi sinergi pembiayaan bagi DFI di Indonesia guna memperkuat pembangunan industri strategis dan ekosistem inovasi nasional. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui survei terhadap 33 pakar senior yang mewakili elemen-elemen dalam ekosistem Triple Helix dan benchmarking DFI global. Melalui metode ini, penelitian berfokus pada analisis hambatan struktural, faktor penentu pengambilan keputusan, dan kebutuhan instrumen pembiayaan inovatif. Hasil penelitian menunjukkan kesepakatan kuat bahwa mandat DFI saat ini masih terfragmentasi dan berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik. Penilaian kredit DFI juga dinilai masih terpaku pada parameter pengembalian aset tradisional, sehingga dibutuhkan pembaruan dalam definisi institutional prudence yang memasukkan Social Return on Investment (SROI) sebagai salah satu pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan. Mayoritas responden sepakat bahwa instrumen pembiayaan campuran, seperti Venture Debt dan Blended Finance, kini menjadi kebutuhan mendesak untuk menjembatani “Valley of Death”. Perlunya transformasi DFI dari peran sebagai penstabil pasar menjadi pencipta pasar demi mencapai kemandirian teknologi nasional. Hal ini dapat diwujudkan melalui sinergi kebijakan pembiayaan serta penerapan standar operasional yang diadaptasi dari DFI global seperti KfW (Jerman), KDB (Korea Selatan), dan CDB (Tiongkok).