digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak_Faricha Azkia Ulfa
Terbatas  Perpustakaan Prodi Arsitektur
» Gedung UPT Perpustakaan

Indonesia telah memasuki fenomena ageing population sejak tahun 2021, yaitu kondisi ketika presentase jumlah lansia mencapai lebih dari 10%. Fenomena serupa juga terjadi di Kota Bandung dengan 10,91% dari penduduknya merupakan lansia dan 66,4% di antaranya termasuk ke dalam golongan lansia muda. Golongan lansia muda saat ini cenderung lebih aktif, memiliki daya beli tinggi, dan sangat mengutamakan kualitas hidup. Seiring dengan kemandirian finansial yang semakin mapan, terjadi pergeseran karakteristik pada golongan menengah ke atas. Lansia dengan finansial stabil membutuhkan lingkungan dan hunian yang memfasilitasi berbagai aktivitas, interaksi komunitas, serta kemudahan terhadap akses layanan kesehatan demi mewujudkan kualitas hidup yang maksimal. Sebagai salah satu kota besar dengan gaya hidup yang tinggi, Kota Bandung memiliki permintaan pasar terhadap hunian lansia untuk kalangan menengah ke atas. Namun, pemenuhannya masih belum terakomodasi secara optimal. Menanggapi permasalahan tersebut, maka dirumuskan sebuah rancangan hunian lansia bergaya hidup aktif dengan integrasi urban farming. Proyek ini dirancang sebagai apartemen servis premium yang mengakomodasi segala kebutuhan lansia melalui berbagai fasilitas yang dapat mendukung kebugaran fisik, mental, dan sosial penghuni guna meningkatkan kualitas kesehatan lansia. Metode perancangan dilakukan melalui analisis pengguna, analisis tapak, studi literatur, dan studi preseden tipologi sejenis. Strategi perancangan diwujudkan melalui penyediaan ruang komunal yang tersebar di antara unit-unit hunian untuk menciptakan interaksi sosial pasif, optimalisasi pemanfaatan atap sebagai roof garden, dan mengintegrasikan urban farming sebagai elemen desain. Urban farming dipilih sebagai salah satu aktivitas utama karena memiliki banyak manfaat untuk lansia. Aktivitas ini dapat meningkatkan interaksi sosial, menjaga kesehatan fisik dan mental, serta dapat menjadi terapi untuk mengurangi stres. Proyek ini selaras dengan SDGs nomor 3 tentang kesehatan dan well-being, serta SDGs nomor 11 tentang kota yang inklusif dan berkelanjutan. Proyek ini menggunakan kerangka force-based yang berfokus pada penyelesaian masalah serta menggunakan pendekatan perilaku pengguna untuk menciptakan lingkungan yang nyaman. Perancangan ini diharapkan dapat menjadi contoh model hunian lansia premium di Kota Bandung yang dapat meningkatkan kualitas hidup lansia.