digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak_Faiz Zyad Alfata
Terbatas  Perpustakaan Prodi Arsitektur
» Gedung UPT Perpustakaan

Kota Bandung memiliki dua sisi yang berkontradiksi. Di satu sisi, Bandung memiliki potensi sebagai kota kreatif ditunjukkan dengan adanya 120 komunitas kreatif, tergabungnya Bandung pada UCCN, dan 56% aktivitas ekonomi Bandung berkaitan dengan kreatif. Namun, di sisi lain, Bandung mengalami peningkatan isu stres perkotaan, ditunjukkan oleh kenaikan jumlah anak dengan gangguan kesehatan mental sebesar 38,14% pada tahun 2022, sekitar 60% mahasiswa mengalami stres, kecemasan, atau depresi pada tingkat tertentu, serta 48,6% mahasiswa baru mengalami gejala gangguan mental emosional dengan 21,2% di antaranya merasa tidak bahagia. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Bandung membutuhkan sebuah ruang yang dapat mentransformasi kondisi stres menjadi kreativitas. Isu perancangan utama yang diangkat adalah bagaimana arsitektur dapat mengubah eustress dan distress menjadi energi kreatif. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, studi preseden, analisis tapak, analisis pengguna dan aktivitas, serta sintesis teori menjadi strategi perancangan arsitektur. SENSE+ mengusulkan perancangan creative hub yang dipadukan dengan contemplative center sebagai tipologi arsitektur yang mentransformasikan stres menjadi energi kreatif melalui pendekatan neuroarchitecture dan programmatic disjunction. Pendekatan perancangan diturunkan lebih lanjut menjadi konsep transprogramming, biophilic design & healing environment, dan Attention Restoration Theory (ART) untuk membentuk sekuens ruang being away, fascination, extent, dan compatibility yang mendukung transformasi kondisi psikologis pengguna dari keadaan stres menuju kondisi yang lebih tenang, fokus, dan kreatif. Hasil perancangan berupa kompleks creative hub dan contemplative center yang dirancang untuk mengubah gelombang otak beta (15–20 Hz), yang berkaitan dengan kondisi stres, menuju gelombang alfa (8–12 Hz), yang berkaitan dengan kondisi relaks dan kreativitas. Perubahan kondisi tersebut dicapai melalui strategi perancangan yang memanfaatkan elemen biofilik, konfigurasi ruang, geometri, pencahayaan alami, material, lanskap, dan pengalaman multisensori sesuai dengan pendekatan perancangan yang dipilih. Luaran tugas akhir ini diharapkan mampu mentransformasi stres perkotaan di Kota Bandung menjadi energi kreatif yang berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup serta perekonomian kota.