Ketepatan pemodelan baterai lithium-ion memiliki peranan penting dalam pengembangan
Battery Management System (BMS), khususnya untuk estimasi kondisi
baterai secara real-time. Equivalent Circuit Model (ECM) banyak digunakan
karena mampu memberikan keseimbangan antara akurasi dan efisiensi komputasi.
Namun, penentuan struktur ECM yang optimal masih menjadi tantangan akibat
peningkatan kompleksitas model yang dapat menyebabkan overfitting dan beban
komputasi yang lebih tinggi. Penelitian ini mengusulkan seleksi model ECM
berbasis data Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS) menggunakan Akaike
Information Criterion (AIC) dan Bayesian Information Criterion (BIC). Hasil
evaluasi menunjukkan bahwa model Orde-2 dengan elemen fase konstan dan impedansi
Warburg memberikan performa terbaik dengan rentang nilai AIC sebesar
?544 hingga ?489 dan nilai BIC sebesar ?528 hingga ?474. Model tersebut kemudian
ditransformasikan ke bentuk state-space diskrit dan diterapkan pada algoritma
Extended Kalman Filter (EKF) serta Unscented Kalman Filter (UKF) untuk
estimasi State of Charge (SOC). Hasil simulasi menunjukkan bahwa EKF menghasilkan
RMSE sebesar 0,0175–0,0235, sedangkan UKF memberikan performa yang
lebih baik dengan RMSE sebesar 0,0161–0,0205. Temuan ini menunjukkan bahwa
model 2CPE + W mampu mempertahankan akurasi estimasi dengan kompleksitas
komputasi yang lebih efisien, sehingga sesuai untuk implementasi BMS berbasis
mikrokontroler.
Perpustakaan Digital ITB