digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Fabian Dheano Alamsyah
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

Industri kartu kredit di Indonesia mengalami transformasi signifikan akibat pesatnya adopsi alternatif pembayaran digital seperti e-wallet, skema Buy-Now- Pay-Later (BNPL), dan transaksi berbasis QRIS. Studi ini bertujuan untuk menganalisis faktor pendorong utama, ketidakpastian kritis, serta skenario masa depan yang akan membentuk perkembangan industri ini. Dengan melakukan penelitian kualitatif melalui wawancara dengan pemangku kepentingan serta menerapkan metodologi perencanaan skenario, penelitian ini mengidentifikasi enam faktor pendorong utama: politik, ekonomi, sosial, teknologi, lingkungan, dan hukum. Penelitian ini menemukan dua ketidakpastian utama: tingkat inovasi dan adopsi digital dalam industri kartu kredit serta kemampuan regulasi dalam beradaptasi terhadap teknologi keuangan yang berkembang. Berdasarkan ketidakpastian ini, empat skenario potensial dikembangkan: (1) Golden Age of Credit Cards, (2) Regulatory Control Positioning, (3) The Bonsai Industry, and (4) Credit Card Ice Age. Sebagai langkah strategis, penelitian ini mengusulkan roadmap yang berfokus pada transformasi digital, adaptasi regulasi, mitigasi risiko, dan inklusi keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberlanjutan dan pertumbuhan industri kartu kredit bergantung pada kemampuannya dalam merangkul kemajuan teknologi, memperkuat keamanan siber, serta menyesuaikan diri dengan regulasi yang terus berkembang. Rekomendasi utama mencakup peningkatan integrasi digital, edukasi keuangan bagi konsumen, kolaborasi antara pelaku industri dan regulator, serta pengembangan solusi kartu kredit yang berkelanjutan secara lingkungan. Dengan menerapkan langkah-langkah strategis ini, industri kartu kredit dapat memastikan relevansinya dalam ekonomi digital Indonesia yang terus berkembang.