Penelitian ini menyelidiki penyebab utama dua masalah kualitas pada pipet tip polypropylene
untuk aplikasi bioteknologi, yaitu pelengkungan pada suhu ruang (warping) dan degradasi
permukaan bagian dalam setelah kontak dengan etanol dan isopropanol. Pendekatan failure
analysis menggabungkan visualisasi tegangan sisa (birefringence), pengukuran dimensi,
serta karakterisasi material (MFR, DSC/TGA, FTIR, SEM–EDX, UV–Vis, GC–MS). Hasil
menunjukkan bahwa warping dipicu oleh ketebalan dinding yang sangat tipis dan tidak
seragam, pendinginan yang tidak merata, tegangan sisa yang terperangkap, serta perilaku
kristalisasi pasca proses injeksi pada polypropylene random copolymer. Degradasi
permukaan disebabkan oleh migrasi dan ekstraksi aditif bermassa molekul rendah (misalnya
slip agent dan senyawa terfluorinasi) oleh alkohol, sehingga menurunkan kemampuan
pelumasan dan memicu mekanisme aus stick–slip terhadap plunger berbahan LCP.
Rekomendasi utama meliputi penggunaan homopolimer PP ternukleasi dengan flowability
tinggi, optimasi formulasi aditif agar lebih tahan terhadap pelarut, serta pengaturan ulang
profil pendinginan untuk meminimalkan tegangan sisa.
Perpustakaan Digital ITB