Pengetahuan mengenai massa konvensional anak timbangan sangat penting, baik
untuk standar massa maupun standar volume. Meskipun demikian, laporan hasil
pengukuran anak timbangan yang tercantum pada sertifikat hanya memuat estimasi
rerata dan selang kepercayaan rerata, atau lebih dikenal dalam metrologi sebagai
hasil pengukuran dan ketidakpastian pengukuran. Hal ini disebabkan karena hasil
pengukuran merupakan peubah acak. Seperti halnya pengukuran pada umumnya,
pengukuran massa konvensional merupakan hasil dari suatu fungsi peubah acak.
Oleh karena itu, distribusi statistik dari fungsi peubah acak massa konvensional
diperlukan untuk mendapatkan estimasi rerata dan selang kepercayaan rerata.
Disebabkan sulitnya mendapatkan solusi analitik untuk distribusi statistik fungsi
peubah acak tersebut, praktik yang umum digunakan selama ini adalah pendekatan
distribusi normal. Akan tetapi, pendekatan ini tidak selalu menghasilkan distribusi
yang mendekati distribusi sebenarnya. Ketidaksesuaian ini dapat diverifikasi
melalui simulasi Monte Carlo. Perbedaan antara pendekatan distribusi normal
dan simulasi Monte Carlo tidak boleh melebihi batas tertentu. Pendekatan
distribusi normal harus ditolak jika perbedaan melebihi batas yang telah ditentukan.
Dalam penelitian ini, digunakan perpaduan antara solusi analitik dan perhitungan
numerik untuk menghitung selang kepercayaan rerata massa konvensional. Metode
yang diusulkan diharapkan dapat menjadi metode pendukung di saat pendekatan
distribusi normal berbeda dengan hasil simulasi Monte Carlo.
Langkah pertama dalam menentukan selang kepercayaan massa konvensional
adalah menetapkan fungsi peluang dari fungsi peubah acak penjumlahan,
pengurangan, perkalian, dan pembagian. Penjumlahan maupun pengurangan dua
peubah acak berdistribusi normal akan menghasilkan distribusi normal. Namun,
hal yang sama tidak berlaku untuk perkalian dan pembagian dua peubah acak
berdistribusi normal. Fungsi peluang untuk kedua fungsi peubah acak tersebut
telah dibahas dalam beberapa literatur. Kebaruan penelitian ini terletak pada
penentuan fungsi peluang hasil perkalian dua peubah acak berdistribusi normal
yang dihitung secara numerik, serta batas kesalahan terbesarnya. Algoritma
optimisasi untuk menghitung batas kesalahan juga diajukan sebagai kebaruan.
Adapun untuk pembagian dua peubah acak berdistribusi normal, kebaruan terletak
pada pembuktian fungsi peluang menggunakan pendekatan yang berbeda. Pengetahuan distribusi statistik perkalian dan pembagian merupakan bagian penting untuk
menentukan selang kepercayaan massa konvensional, baik untuk fungsi peubah
acak yang disederhanakan maupun yang tidak disederhanakan.
Dalam praktiknya, fungsi peubah acak untuk massa konvensional yang sering
digunakan merupakan fungsi yang telah disederhanakan. Pengetahuan mengenai
distribusi statistik dari fungsi peubah acak massa konvensional yang disederhanakan
sangat penting untuk menghitung ketidakpastian pengukuran. Penyerdehanaan
ini mengacu pada pendekatan Commonwealth Scientific and Industrial Research
Organisation (CSIRO). Penyerdehanaan juga dilakukan dengan mengasumsikan
distribusi setiap peubah acak memiliki distribusi normal dengan menggunakan
Teorema Limit Pusat. Dari penyerdehanaan tersebut, diperoleh fungsi peubah acak
berupa perkalian dua peubah acak berdistribusi normal yang kemudian dijumlahkan
dengan sebuah peubah acak lain yang juga berdistribusi normal, dengan mengasumsikan
seluruh peubah acak saling bebas. Dari penyerdehanaan ini, distribusi statistik
yang didapatkan merupakan hasil yang diajukan sebagai kebaruan. Distribusi
statistik berupa fungsi peluang, fungsi distribusi, fungsi pembangkit momen
diturunkan secara analitik. Selanjutnya, selang kepercayaan massa konvensional
dihitung menggunakan metode numerik.
Fungsi peluang untuk perkalian dan pembagian dua peubah acak berdistribusi
normal masih menjadi topik penelitian karena sulitnya mendapatkan solusi analitik
secara eksak. Oleh sebab itu, fungsi peluang pendekatan untuk kedua operasi
tersebut biasanya digunakan sebagai substitusi terhadap fungsi peluang sebenarnya.
Fungsi peluang yang diberikan pada beberapa literasi memiliki penjumlahan sampai
tak hingga. Dalam praktiknya, penjumlahan fungsi peluang tersebut harus dipotong
sampai sebuah integer. Oleh sebab itu, sebuah fungsi diberikan dalam bentuk
proposisi untuk masing-masing fungsi peluang perkalian dan pembagian yang
menyatakan batas atas kesalahan akibat pemotongan penjumlahan tersebut. Fungsi
batas atas kesalahan tersebut diajukan sebagai kebaruan pada penelitian ini.
Aplikasi pada pengukuran massa konvensional akan menggunakan kombinasi
solusi analitik dan numerik. Berbeda dengan fungsi peubah acak yang disederhanakan,
pembahasan akan menggunakan fungsi peubah acak yang sebenarnya
tanpa penyederhanaan. Untuk memperoleh nilai dari fungsi peluang, fungsi
distribusi, dan selang kepercayaan massa konvensional, digunakan perpaduan
antara metode analitik dan numerik. Kebaruan yang diajukan adalah algoritma
perhitungan selang kepercayaan untuk massa konvensional. Hasil yang
diperoleh dari metode yang diajukan selaras dengan simulasi Monte Carlo, yang
menghasilkan distribusi yang berbeda secara signifikan dari estimasi distribusi
normal. Bahkan estimasi distribusi normal memberikan nilai selang kepercayaan
yang diluar toleransi yang ditetapkan pada pedoman Guide to the Expression of
Uncertainty in Measurement (GUM).
Perpustakaan Digital ITB