digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Pengantaran makanan di Jakarta gagal justru pada beberapa meter terakhir. Kurir tiba di gedung perkantoran tepat waktu, tetapi pemesannya sedang rapat atau tidak bisa turun, sehingga pesanan dititipkan ke satpam atau meja lobi dan dibiarkan menunggu. Makanan panas menjadi dingin, minuman dingin menjadi hangat, dan hal yang paling menentukan penilaian pelanggan, yaitu suhu saat diterima, sudah hilang sebelum pesanan diambil. Penelitian ini menyebut rentang itu sebagai Asynchronous Delivery Gap, dan menanyakan apakah loker pintar multi-suhu di gedung mitra yang dijual sebagai layanan mampu menutup rentang itu secara menguntungkan. Penelitian ini bersifat kualitatif dan berbasis perancangan. Design Thinking menjadi urutan kerjanya; Theory of Constraints, Decoupling Point Theory, logistik last-mile dan last-yard, Cold Chain Management, serta UTAUT menjadi alat analisisnya; dan Business Model Canvas merangkum hasilnya. Bukti berasal dari empat aliran data: delapan belas sesi observasi atas sembilan puluh serah-terima nyata, empat puluh ulasan publik terverifikasi yang terkonsentrasi pada kanal Paxel, delapan belas sesi walkthrough dan wawancara, serta tinjauan dua belas sumber teknis. Tidak ada titik serah-terima yang diamati menyediakan pemanasan atau pendinginan aktif. Kurir menunggu rata-rata 5 menit 34 detik, meningkat menjadi 7 menit 43 detik di gedung perkantoran, cukup lama untuk menurunkan suhu permukaan makanan sebesar 11 hingga 16°C. Enam tema menggambarkan masalah ini, termasuk keterbatasan loker terpasang yang hanya bersuhu ruang. Seluruh partisipan menuntaskan setiap tugas purwarupa, tujuh di antaranya setelah percobaan ulang atau bantuan singkat peneliti, sekitar 105 detik untuk pekerja kantoran dan 66 detik untuk kurir. Dua belas pekerja kantoran bersedia membayar biaya pemakaian kecil; enam kurir menolak, karena dibayar per pengantaran sehingga biaya itu memotong margin mereka. Model Smart-Locker as-a-Service yang ditagihkan kepada gedung atau platform, bukan kepada kurir, menutup Gap tersebut dan layak secara komersial.