Pengantaran makanan di Jakarta gagal justru pada beberapa meter terakhir. Kurir
tiba di gedung perkantoran tepat waktu, tetapi pemesannya sedang rapat atau tidak
bisa turun, sehingga pesanan dititipkan ke satpam atau meja lobi dan dibiarkan
menunggu. Makanan panas menjadi dingin, minuman dingin menjadi hangat, dan
hal yang paling menentukan penilaian pelanggan, yaitu suhu saat diterima, sudah
hilang sebelum pesanan diambil. Penelitian ini menyebut rentang itu sebagai
Asynchronous Delivery Gap, dan menanyakan apakah loker pintar multi-suhu di
gedung mitra yang dijual sebagai layanan mampu menutup rentang itu secara
menguntungkan. Penelitian ini bersifat kualitatif dan berbasis perancangan.
Design Thinking menjadi urutan kerjanya; Theory of Constraints, Decoupling
Point Theory, logistik last-mile dan last-yard, Cold Chain Management, serta
UTAUT menjadi alat analisisnya; dan Business Model Canvas merangkum
hasilnya. Bukti berasal dari empat aliran data: delapan belas sesi observasi atas
sembilan puluh serah-terima nyata, empat puluh ulasan publik terverifikasi yang
terkonsentrasi pada kanal Paxel, delapan belas sesi walkthrough dan wawancara,
serta tinjauan dua belas sumber teknis.
Tidak ada titik serah-terima yang diamati menyediakan pemanasan atau
pendinginan aktif. Kurir menunggu rata-rata 5 menit 34 detik, meningkat menjadi
7 menit 43 detik di gedung perkantoran, cukup lama untuk menurunkan suhu
permukaan makanan sebesar 11 hingga 16°C. Enam tema menggambarkan
masalah ini, termasuk keterbatasan loker terpasang yang hanya bersuhu ruang.
Seluruh partisipan menuntaskan setiap tugas purwarupa, tujuh di antaranya
setelah percobaan ulang atau bantuan singkat peneliti, sekitar 105 detik untuk
pekerja kantoran dan 66 detik untuk kurir. Dua belas pekerja kantoran bersedia
membayar biaya pemakaian kecil; enam kurir menolak, karena dibayar per
pengantaran sehingga biaya itu memotong margin mereka. Model Smart-Locker
as-a-Service yang ditagihkan kepada gedung atau platform, bukan kepada kurir,
menutup Gap tersebut dan layak secara komersial.
Perpustakaan Digital ITB