digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Haniva Saydina
Terbatas  Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan

Lapangan Panas Bumi “Severa” berada pada wilayah yang memiliki potensi energi panas bumi dengan aktivitas seismik yang signifikan. Penentuan hiposenter seringkali berbeda dari lokasi sebenarnya karena dipengaruhi oleh penentuan waktu tiba gelombang, model kecepatan, dan nonlinearitas gempa sehingga perlu dilakukan relokasi hiposenter. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi hiposenter melalui relokasi hiposenter dengan metode doubledifference serta mengidentifikasi keberadaan klaster event mikroseismik dan keterkaitannya dengan mekanisme sumber dan struktur geologi Lapangan Panas Bumi ”Severa”. Korelasi silang waveform diterapkan pada 80 event mikroseismik yang tersebar pada bagian Barat (injeksi) dan Timur (produksi) area penelitian untuk memperbaiki waktu tiba gelombang berdasarkan kesamaan gelombang. Relokasi hiposenter dilakukan dengan menggunakan data katalog dan korelasi silang untuk menentukan posisi relatif dari hiposenter. Prinsip metode double difference adalah dengan membandingkan dua hiposenter yang berdekatan terhadap stasiun perekaman dengan asumsi bahwa jarak kedua hiposenter yang berdekatan harus lebih dekat daripada jarak hiposenter ke stasiun perekaman. Pasangan beda waktu tiba katalog dibentuk pada program ph2dt, korelasi silang waveform diterapkan dengan kriteria CC > 0.7, dan relokasi hiposenter dilakukan pada perangkat lunak hypoDD. Relokasi hiposenter dengan kombinasi data katalog dan korelasi silang berhasil dilakukan pada 78 event. Distribusi hiposenter yang telah direlokasi menunjukkan pola yang lebih mengelompok dibandingkan hiposenter awal serta kedalaman event menjadi lebih dangkal yaitu pada kedalaman 0-4 km. Parameter yang digunakan pada relokasi hiposenter sudah sesuai dengan menghasilkan nilai ketidakpastian pada komponen horizontal menjadi 300 m dan vertikal menjadi 400 m. Klaster Timur membentuk tren hiposenter dengan orientasi Timur Laut-Barat Daya yang menunjukkan bahwa klaster tersebut dipengaruhi oleh struktur yang berorientasi Timur Laut-Barat Daya dengan kemiringan ke arah Utara. Klaster Barat menunjukkan persebaran hiposenter yang lebih acak yang dipengaruhi oleh terbentuknya zona depresi akibat aktivitas injeksi. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan korelasi silang waveform dapat meningkatkan kualitas relokasi secara signifikan dan mendukung interpretasi bawah permukaan lebih detail