digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Alvin Baihaqi
Terbatas  Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB I - Alvin Baihaqi
Terbatas  Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB II - Alvin Baihaqi
Terbatas  Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB III - Alvin Baihaqi
Terbatas  Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB IV - Alvin Baihaqi
Terbatas  Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB V - Alvin Baihaqi
Terbatas  Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan

Energi panas bumi merupakan sumber energi beremisi karbon rendah yang berperan strategis dalam transisi menuju energi bersih, namun pemanfaatannya masih belum maksimal karena kurangnya pengembangan lapangan panas bumi terutama dalam monitoring orientasi pada rekahan area panas bumi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi geometri, orientasi, dan dimensi rekahan bawah permukaan berdasarkan data mikroseismik di Lapangan Panas Bumi SEVERA serta memvalidasinya menggunakan data Formation Micro Imager (FMI). Analisis dilakukan dengan mengombinasikan algoritma Density-Based Spatial Clustering of Applications with Noise (DBSCAN) untuk pengelompokkan data, Elbow Analysis untuk menentukan jumlah rekahan optimal, metode Monte Carlo untuk estimasi awal orientasi rekahan (strike, azimuth, dip), Planar Projection untuk orientasi rekahan final dan perhitungan dimensi rekahan serra evaluasi kualitas model menggunakan Root Mean Square Error (RMSE) dan koefisien determinasi (R²). Hasil menunjukkan bahwa dari 582 data mikroseismik, sebanyak 506 event (86,9%) berhasil terklaster menjadi sembilan klaster utama dengan rasio keterwakilan 95,8%, yang didominasi oleh aktivitas seismisitas tinggi di area barat lapangan. Optimasi Monte Carlo mengindikasikan estimasi orientasi rekahan awal di dominasi berarah Barat Daya (SW) dan Barat Laut (NW) dengan sudut kemiringan relatif curam, sementara hasil Planar Projection menunjukkan orientasi rekahan final mengalami pergeseran berarah Barat Daya (SW) dan Timur Laut (NE), rekahan berdimensi juga terkonsentrasi di area barat, mengindikasikan keberadaan zona lemah struktural yang berperan penting dalam sistem panas bumi. Kesesuaian pola orientasi strike dan dip antara hasil mikroseismik dan data FMI menegaskan bahwa pendekatan terintegrasi ini mampu merepresentasikan jaringan rekahan secara andal dan relevan untuk mendukung pengembangan panas bumi berbasis data mikroseismik pada lapangan panas bumi “SEVERA”