2026 DS PP Rina Ariyanthi Dewi [39022015] - Abstract
PUBLIC Open In Flipbook Abdul Aziz Ariarasa 2026 DS PP Rina Ariyanthi Dewi [39022015] - List of Contents
PUBLIC Open In Flipbook Abdul Aziz Ariarasa 2026 DS PP Rina Ariyanthi Dewi [39022015] - Chapter 1
PUBLIC Open In Flipbook Abdul Aziz Ariarasa 2026 DS PP Rina Ariyanthi Dewi [39022015] - Chapter 2
PUBLIC Open In Flipbook Abdul Aziz Ariarasa 2026 DS PP Rina Ariyanthi Dewi [39022015] - Chapter 3
PUBLIC Open In Flipbook Abdul Aziz Ariarasa 2026 DS PP Rina Ariyanthi Dewi [39022015] - Chapter 4
PUBLIC Open In Flipbook Abdul Aziz Ariarasa 2026 DS PP Rina Ariyanthi Dewi [39022015] - Chapter 5
PUBLIC Open In Flipbook Abdul Aziz Ariarasa 2026 DS PP Rina Ariyanthi Dewi [39022015] - References
PUBLIC Open In Flipbook Abdul Aziz Ariarasa 2026 DS PP Rina Ariyanthi Dewi [39022015] - Appendix
PUBLIC Open In Flipbook Abdul Aziz Ariarasa
Ambidexterity pembelajaran organisasi (organizational learning ambidexterity/OLA), yaitu kemampuan organisasi untuk menyeimbangkan pembelajaran eksploitatif dan eksploratif, telah secara luas diakui sebagai faktor kunci dalam mendorong inovasi dan kinerja organisasi. Namun demikian, kerangka OLA yang ada masih memiliki keterbatasan teoretis dalam menjelaskan bagaimana proses pembelajaran berlangsung secara temporal dan lintas tingkat organisasi, khususnya pada usaha kecil dan menengah (UKM) yang beroperasi di bawah keterbatasan sumber daya dan volatilitas lingkungan. Sebagian besar penelitian sebelumnya memandang ambidexterity sebagai kapabilitas statis atau keseimbangan struktural, sehingga kurang mampu menjelaskan dinamika pembelajaran yang bersifat siklikal dan multi-level yang memungkinkan UKM beradaptasi, berinovasi, dan melakukan internasionalisasi. Untuk menjawab kesenjangan teoretis tersebut, disertasi ini merekonseptualisasikan OLA sebagai mekanisme pembelajaran siklikal dua tingkat dan mengkaji perannya dalam membentuk kapabilitas inovasi serta capaian internasionalisasi.
Dengan berfokus pada UKM berbasis produk bambu di Jawa Barat, Indonesia— sektor yang memiliki signifikansi strategis nasional namun masih kurang terwakili di pasar global, penelitian ini mengkaji bagaimana UKM melakukan peralihan antara pembelajaran eksploratif dan eksploitatif sebagai respons terhadap perubahan kondisi lingkungan makro dan mikro. Penelitian ini menggunakan desain mixed-method multi-fase. Fase pertama berupa meta-review yang mengintegrasikan tinjauan literatur berbasis tipologi, scoping review, dan analisis isi kualitatif. Dari 59 studi yang teridentifikasi, sebanyak 23 studi memenuhi kriteria inklusi untuk tinjauan tipologis, sementara scoping review mencakup 49 publikasi (23 di antaranya dianalisis lebih lanjut melalui analisis isi kualitatif). Fase ini menunjukkan bahwa meskipun OLA berasosiasi positif dengan inovasi dan internasionalisasi, penelitian yang ada masih didominasi oleh konteks perusahaan besar dan belum mampu menjelaskan proses pembelajaran UKM yang bersifat siklikal dan lintas level. Berdasarkan sintesis ini, dikembangkan suatu kerangka konseptual awal yang memposisikan OLA sebagai penggerak internasionalisasi berbasis inovasi pada UKM.
Fase kedua menelaah secara empiris pengaruh faktor lingkungan terhadap implementasi OLA melalui analisis lintas kasus pada tujuh UKM bambu di Jawa Barat. Wawancara semi-terstruktur dianalisis menggunakan analisis isi kualitatif dengan dukungan perangkat lunak NVivo, serta dipandu oleh kerangka PESTEL dan Lima Kekuatan Porter untuk mengkaji pengaruh lingkungan makro dan mikro. Hasil penelitian mengidentifikasi dua mekanisme pembelajaran yang saling terkait, yaitu: pembelajaran strategis sebagai respons terhadap perubahan tingkat makro (misalnya perubahan kebijakan dan kemajuan teknologi) dan pembelajaran operasional sebagai respons terhadap kondisi tingkat mikro (misalnya permintaan pelanggan dan dinamika rantai pasok). Kedua mekanisme ini memungkinkan UKM untuk melakukan peralihan antara eksplorasi dan eksploitasi secara temporal.
Berdasarkan temuan tersebut, fase ketiga menerapkan pendekatan sequential exploratory mixed-method. Wawancara kualitatif dengan 20 pemilik dan manajer UKM digunakan untuk memperdalam mekanisme OLA yang bersifat siklikal sekaligus mengembangkan instrumen survei yang tervalidasi. Tahap kuantitatif selanjutnya menguji model struktural menggunakan structural equation modeling (SEM) terhadap data dari 193 UKM. Hasil pengujian mengonfirmasi bentuk baru dari ambidexterity pembelajaran organisasi siklikal dua tingkat, yang terdiri atas: (1) OLA siklikal tingkat atas (upper-cyclical OLA) yang didorong oleh respons strategis terhadap perubahan lingkungan makro, dan (2) OLA siklikal tingkat bawah (lower-cyclical OLA) yang dibentuk oleh pembelajaran operasional sebagai respons terhadap kondisi lingkungan mikro. Kedua bentuk OLA tersebut berpengaruh signifikan terhadap kapabilitas inovasi, dengan OLA siklikal tingkat bawah menunjukkan pengaruh langsung yang lebih kuat. Selain itu, kapabilitas inovasi terbukti memediasi hubungan antara OLA siklikal dan capaian internasionalisasi, termasuk intensitas dan profitabilitas ekspor.
Disertasi ini memberikan kontribusi teoretis dengan memperkaya kajian pembelajaran organisasi dan ambidexterity melalui pengenalan kerangka OLA yang bersifat dinamis, siklikal, dan multi-level yang relevan dengan konteks UKM. Studi ini memperluas teori ambidexterity dengan menunjukkan bagaimana siklus pembelajaran yang berbeda beroperasi pada tingkat strategis dan operasional dalam membentuk inovasi dan internasionalisasi. Secara praktis, temuan penelitian ini memberikan implikasi bagi pembuat kebijakan dan praktisi dalam merancang strategi penguatan kapabilitas inovasi UKM berbasis konteks, termasuk melalui program pelatihan yang adaptif, insentif ekoinovasi, serta penguatan jejaring kolaborasi pembelajaran. Meskipun berfokus pada industri bambu, kerangka yang diusulkan memiliki relevansi yang lebih luas bagi sektor berbasis sumber daya alam dan UKM di negara berkembang yang menghadapi kompleksitas lingkungan serupa.
Perpustakaan Digital ITB