Abstrak_Anastasya Jasmine Auliasari
Terbatas Perpustakaan Prodi Arsitektur
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Perpustakaan Prodi Arsitektur
» Gedung UPT Perpustakaan
Transformasi kawasan pelabuhan sebagai pintu gerbang kota menghadirkan peluang untuk mengintegrasikan fungsi transportasi, ruang publik, dan identitas kultural dalam satu lanskap arsitektural yang inklusif. Studi ini berfokus pada Pelabuhan Merak di Cilegon, Banten, sebagai simpul mobilitas strategis yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatra, sekaligus salah satu pelabuhan penumpang tersibuk di Indonesia dengan arus pergerakan harian yang sangat dinamis. Secara potensial, pelabuhan ini dapat memperkuat interkonektivitas regional, mempercepat perputaran ekonomi, serta menjadi ruang interaksi sosial yang berkelanjutan. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa peran pelabuhan masih terfokus pada aspek transportasi teknis, sementara kebutuhan dasar pengguna, kenyamanan, dan kualitas sirkulasi antar moda belum terakomodasi dengan baik. Kondisi seperti jarak yang jauh antara Stasiun Merak, terminal penumpang, drop-off point, pool travel-bus, dan dermaga, seringkali menimbulkan pergerakan tidak efisien, mengurangi kualitas pengalaman pengguna dan membatasi aksesibilitas masyarakat. Situasi ini menegaskan pentingnya reposisi fungsi pelabuhan sebagai ruang publik yang inklusif, efisien, dan terhubung dengan kota. Tugas akhir ini mengarahkan pengembangan terminal penumpang di Pelabuhan Merak bertransformasi menjadi waterfront transit hub yang tidak hanya memusatkan sirkulasi manusia dalam jaringan transportasi laut, darat, dan rel, tetapi juga memperluas fungsi terminal penumpang menjadi ruang publik multi-fungsi yang dapat dimanfaatkan oleh penumpang reguler, penumpang eksekutif, pelaku usaha lokal, maupun masyarakat umum. Pendekatan arsitektural dirumuskan dengan merespons tekanan sosial, ekonomi, dan ekologis yang bekerja pada kawasan pesisir, serta diperkaya dengan prinsip biophilic design untuk menghadirkan integrasi elemen alam dalam pengalaman ruang yang sehat, nyaman, dan terhubung dengan laut. Melalui pendekatan ini, rancangan tidak hanya menawarkan solusi atas aksesibilitas, inklusivitas, dan konektivitas antar moda, tetapi juga mendorong transformasi Pelabuhan Merak dari sekadar infrastruktur transportasi menjadi ruang publik waterfront yang hidup, tangguh menghadapi fluktuasi kepadatan penumpang, dan berkontribusi pada terwujudnya lingkungan perkotaan yang lebih adil, inklusif, serta berkelanjutan.
Perpustakaan Digital ITB