digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Perubahan tutupan lahan merupakan indikator penting dalam memahami dinamika penggunaan lahan dan dampaknya terhadap lingkungan. Kecamatan Rancabali, dengan banyaknya lokasi wisata, kawasan konservasi, dan perkebunan, menghadapi perubahan tutupan lahan yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika perubahan tutupan lahan di Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dari tahun 2015 hingga 2023 dan memprediksi tutupan lahan untuk tahun 2035. Metode yang digunakan meliputi klasifikasi terbimbing (supervised classification) berdasarkan citra satelit Landsat 8 pada tahun 2015, 2019, dan 2023 dan pemodelan perubahan menggunakan metode Cellular Automata pada plugin MOLUSCE di aplikasi Quantum GIS. Nilai kappa coefficient yang diperoleh pada masing-masing tahun adalah sebesar 0,76190 (2015), 0,815642 (2019), dan 0,68992 (2023). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada rentang waktu 2015 hingga 2023, tutupan lahan hutan mengalami penurunan terbesar seluas 1003.64 ha yang terdistribusi pada lahan terbangun (194.24 ha), pertanian (833.21 ha), dan badan air (15.46 ha). Sementara itu terjadi peningkatan signifikan seluas 1352.23 ha yang terdiri dari pada pertanian (889.15 ha) dan lahan terbangun (463.08 ha) dari konversi lahan hutan dan lahan terbuka. Prediksi untuk tahun 2035 mengindikasikan bahwa lahan hutan akan tetap dominan, diikuti oleh pertanian dan lahan terbangun. Penelitian ini menyoroti pentingnya pengelolaan dan konservasi lahan untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan akibat aktivitas pembangunan dan perluasan lahan pertanian.