Gedung Wijaya Kusuma merupakan pusat rawat jalan utama di RSUD dr. Moewardi (RSDM). Berdasarkan hasil Evaluasi Pasca Huni (EPH) yang telah dilakukan RSDM, gedung tersebut memiliki nilai performansi yang sangat buruk. Data statistik menunjukkan gedung ini melayani lebih dari 2000 pasien dengan beban rata – rata kunjungan dalam satu hari 7386 orang per hari. Sehingga memicu masalah kapasitas ruang, sirkulasi, kebisingan, privasi serta kebutuhan area tunggu yang memadai. Sehingga penelitian ini bertujuan merumuskan ulang program ruang dan desain fasilitas yang efisien dan nyaman menggunakan metode perancangan berlandaskan kerangka kerja Evidence-Based Design (EBD).
Pengumpulan data dilakukan melalui prosedur Place-Centered Mapping serta penggunaan Kuesioner Skala Likert dengan fokus pada kelompok penunggu pasien. Dilakukan juga pengolahan data udara menggunakan metode fotogrametri melalui perangkat lunak Agisoft Metashape Professional. Semua data dalam penelitian dipadukan dengan (EPH) dari pihak manajemen rumah sakit untuk merumuskan program ruang dan kebutuhan fasilitas gedung rawat jalan.
Hasil sintesis data menghasilkan enam kriteria utama perancangan yaitu Sense of Personal Control & Privacy, Positive Distractions, Social Support, Eliminating Environmental Stressors, Connecting Patients to Natural Views, Engenders Feelings. Setiap kriteria diwujudkan dalam implementasi desain yang berfokus pada efisiensi dan kenyamanan, tujuanya perancangan baru ini mampu menyelesaikan masalah overkapasitas sebelumnya sekaligus menciptakan ruang penyembuhan (healing environment) yang optimal bagi pengguna di dalamnya.
Perpustakaan Digital ITB