Benteng Takimpo Lipu Ogena di Pulau Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara, merupakan salah satu warisan cagar budaya peninggalan Kesultanan Buton dengan nilai historis, arsitektural, serta sosial budaya yang tinggi. Benteng ini tidak hanya berfungsi sebagai sistem pertahanan, tetapi juga sebagai ruang hidup masyarakat yang mencerminkan struktur sosial dan kosmologi lokal. Namun, kondisi eksisting menunjukkan terjadinya degradasi fisik, melemahnya fungsi sosial budaya dan belum optimalnya pengembangan potensi ekonomi dalam pengelolaan sebagai destinasi wisata berkelanjutan.
Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep yang menghasilkan simulasi redesain Benteng Takimpo Lipu Ogena sebagai bagian dari strategi pelestarian cagar budaya Buton untuk menjawab tantangan pelestarian fisik, penguatan fungsi sosial budaya, serta pengembangan potensi ekonomi kawasan secara berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi kajian pustaka, studi preseden, analisis kebijakan pelestarian, analisis tapak dan kebutuhan ruang yang kemudian disintesis menjadi konsep perancangan yang menghasilkan simulasi desain.
Kajian menunjukan bahwa pelestarian benteng tidak cukup dilakukan melalui konservasi fisik semata, tetapi memerlukan pendekatan desain yang kontekstual, adaptif, dan berkelanjutan berdasarkan nilai sejarah, sosial dan budaya. Perancangan didasarkan pada lima prinsip utama yaitu pelestarian otentisitas dan integritas, adaptasi fungsional berbasis pelestarian, partisipasi masyarakat dalam kerangka living heritage, edukasi dan interpretasi budaya, serta keberlanjutan lingkungan melalui pendekatan ecotourism. Prinsip-prinsip tersebut dielaborasi menjadi kerangka analisis dan diterjemahkan ke dalam konsep tapak dan bangunan dengan pendekatan contextual continuity yang menginterpretasikan nilai arsitektur tradisional Buton ke dalam bahasa arsitektur kontemporer.
Hasil perancangan menunjukkan bahwa pendekatan ini mampu menjaga identitas dan nilai historis benteng, sekaligus menghidupkan kembali fungsi sosial melalui aktivitas budaya, ruang publik, dan edukasi. Selain itu, pengembangan potensi ekonomi dilakukan melalui integrasi wisata berbasis budaya dan lingkungan yang melibatkan masyarakat lokal secara aktif. Dengan demikian, redesain Benteng Takimpo Lipu Ogena dapat menjadi model perancangan pelestarian kawasan cagar budaya yang kontekstual, adaptif, dan berkelanjutan.
Perpustakaan Digital ITB