Konektivitas dalam kehidupan sehari-hari merupakan kebutuhan yang sangat
penting saat ini karena pemerataan pendidikan, ekonomi dan informasi dapat
dibangun dari konektivitas yang bai kantar daerah maupun wilayah. Indonesia
Engann keunikan kontur wilayah yang dimilikinya memiliki tantangan tersendiri,
yaitu banyaknya daerah daerah yang dipisahkan oleh sungai, lembah maupun
jurang. Hal ini yang mendorong banyaknya Pembangunan infrastruktur terutana
jembatan untuk menghubungkan antar daerah agar dapat terkoneksi lebih baik.
Namun pada kondisi sebenarnya banyak jembatan khususnya jembatan pejalan kaki
yang mengalami kerusakan parah hingga membuat antar daerah terputus.
Menanggapi hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keandalan
jembatan gantung pejalan kaki dengan mengaplikasikan bebah hidup dan beban
angin bersamaan. Bentang jembatan yang dievaluasi adalah jembatan dengan
bentang utama 100 meter dengan total panjang 150 meter. Jembatan ini dievaluasi
berdasarkan beban yang berlaku saat ini yang mengacu pada Surat Edaran Menteri
Pekerjaan Umum No. 02/SE/M/2010, beban lalulintas (pejalan kaki dan kendaraan
bermotor roda dua) yang di survey langsung yang selanjutnya data tersebut didekati
secara probabilistik untuk mendapatkan distribusi beban yang mungkin terjadi, data
kecepatan angin harian dari BMKG yang selanjutnya dijadikan dasar untuk beban
angin maksimum dengan periode ulang 10 dan 25 tahun. Evaluasi keandalan
jembatan dilakukan pada 3 elemen struktur utama yaitu kabel utama, batang
penggantung dan dek jembatan.
Nilai indeks realibilitas setiap elemen struktur yang ditinjau memiliki nilai berbeda
yaitu kabel dengan indeks realibilitas 3,73, batang penggantung yang memiliki nilai
2,88 dan dek dengan 4,34. Hal ini memberikan informasi bahwa elemen struktur
paling sensitive pada jembatan gantung pejalan kaki adalah batang penggantung
karena memiliki nilai indeks realinilitas yang paling kecil.
Nilai indeks realiblitas selanjutnya dihitung untuk keandalan struktur masingmasing
per elemen jembatan, meskipun nilai indeks reliabilitasnya berbeda nilai
keandalan struktur masih berada pada angka 99%. Dimana hal tersebut
menunjukkan bahwa jembatan masih memiliki keandalan yang cukup saat beban
hidup dan beban angin dengan periode ulang 25 tahun diaplikasikan bersamaan.
Perpustakaan Digital ITB