digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Konektivitas dalam kehidupan sehari-hari merupakan kebutuhan yang sangat penting saat ini karena pemerataan pendidikan, ekonomi dan informasi dapat dibangun dari konektivitas yang bai kantar daerah maupun wilayah. Indonesia Engann keunikan kontur wilayah yang dimilikinya memiliki tantangan tersendiri, yaitu banyaknya daerah daerah yang dipisahkan oleh sungai, lembah maupun jurang. Hal ini yang mendorong banyaknya Pembangunan infrastruktur terutana jembatan untuk menghubungkan antar daerah agar dapat terkoneksi lebih baik. Namun pada kondisi sebenarnya banyak jembatan khususnya jembatan pejalan kaki yang mengalami kerusakan parah hingga membuat antar daerah terputus. Menanggapi hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keandalan jembatan gantung pejalan kaki dengan mengaplikasikan bebah hidup dan beban angin bersamaan. Bentang jembatan yang dievaluasi adalah jembatan dengan bentang utama 100 meter dengan total panjang 150 meter. Jembatan ini dievaluasi berdasarkan beban yang berlaku saat ini yang mengacu pada Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 02/SE/M/2010, beban lalulintas (pejalan kaki dan kendaraan bermotor roda dua) yang di survey langsung yang selanjutnya data tersebut didekati secara probabilistik untuk mendapatkan distribusi beban yang mungkin terjadi, data kecepatan angin harian dari BMKG yang selanjutnya dijadikan dasar untuk beban angin maksimum dengan periode ulang 10 dan 25 tahun. Evaluasi keandalan jembatan dilakukan pada 3 elemen struktur utama yaitu kabel utama, batang penggantung dan dek jembatan. Nilai indeks realibilitas setiap elemen struktur yang ditinjau memiliki nilai berbeda yaitu kabel dengan indeks realibilitas 3,73, batang penggantung yang memiliki nilai 2,88 dan dek dengan 4,34. Hal ini memberikan informasi bahwa elemen struktur paling sensitive pada jembatan gantung pejalan kaki adalah batang penggantung karena memiliki nilai indeks realinilitas yang paling kecil. Nilai indeks realiblitas selanjutnya dihitung untuk keandalan struktur masingmasing per elemen jembatan, meskipun nilai indeks reliabilitasnya berbeda nilai keandalan struktur masih berada pada angka 99%. Dimana hal tersebut menunjukkan bahwa jembatan masih memiliki keandalan yang cukup saat beban hidup dan beban angin dengan periode ulang 25 tahun diaplikasikan bersamaan.