Desa Pasir Panjang di Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo terus menegosiasi
hunian mereka antara praktik keseharian dengan tekanan konservasi serta
pengembangan kawasan pariwisata Penelitian ini penting dilakukan karena adaptasi
hunian vernakular sering dipahami sebagai bentuk hilangnya identitas lokal.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus
dengan 7 sampel yang tersebar di sekitar desa, melalui desk study, observasi non
partisipatoris dan wawancara semi terstruktur. Analisis dilakukan menggunakan
Qualitative Content Analysis dengan kerangka teori produksi ruang lefebvre. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa adaptasi hunian dinegosiasi melalui ekspansi
vertikal kolong rumah panggung, substitusi material, dan tersegmentasinya ruang .
Meskipun mengalami perubahan fisik, masyarakat tetap mempertahankan praktik
sosial dan pola relasi ruang tertentu sebagai bagian dari identitas spasial mereka
Penelitian ini menunjukkan bahwa produksi hunian vernakular bukan sekadar
proses kehilangan identitas, melainkan bentuk negosiasi ruang dalam upaya
menciptakan ruang diferensial. Temuan ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan
dalam pengembangan kebijakan kawasan konservasi dan permukiman yang lebih
responsif terhadap kehidupan masyarakat lokal.
Perpustakaan Digital ITB