digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Desa Pasir Panjang di Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo terus menegosiasi hunian mereka antara praktik keseharian dengan tekanan konservasi serta pengembangan kawasan pariwisata Penelitian ini penting dilakukan karena adaptasi hunian vernakular sering dipahami sebagai bentuk hilangnya identitas lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dengan 7 sampel yang tersebar di sekitar desa, melalui desk study, observasi non partisipatoris dan wawancara semi terstruktur. Analisis dilakukan menggunakan Qualitative Content Analysis dengan kerangka teori produksi ruang lefebvre. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi hunian dinegosiasi melalui ekspansi vertikal kolong rumah panggung, substitusi material, dan tersegmentasinya ruang . Meskipun mengalami perubahan fisik, masyarakat tetap mempertahankan praktik sosial dan pola relasi ruang tertentu sebagai bagian dari identitas spasial mereka Penelitian ini menunjukkan bahwa produksi hunian vernakular bukan sekadar proses kehilangan identitas, melainkan bentuk negosiasi ruang dalam upaya menciptakan ruang diferensial. Temuan ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam pengembangan kebijakan kawasan konservasi dan permukiman yang lebih responsif terhadap kehidupan masyarakat lokal.