Lapangan Kamojang merupakan salah satu wilayah penghasil energi geotermal terbesar yang ditangani oleh PGE saat ini. Area ini berdiri di lahan milik Kementrian Kehutanan Republik Indonesia. Oleh karena itu untuk melakukan eksplorasi dan eksploitasi maupun perluasan wilayah operasi, pihak PGE harus mengurus izin penggunaan lahan kepada kementrian terkait dengan melampirkan Peta Batas Guna Lahan. Untuk mendapatkan informasi topografi baik objek alam maupun objek bangunan/infrastruktur milik PGE Area Kamojang , serta untuk mengetahui luas berdasarkan posisi koordinat batas pemanfaatan lahan maupun batas rencana pengembangan wilayah, maka dibutuhkan survei dan pemetaan pada lokasi sumur panas bumi ini. Metodologi kajian survei dan pemetaan penyiapan lokasi sumur panas bumi ini berupa pengumpulan data dan studi literatur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan prosedur yang tepat dalam rangka pembuatan Peta topografi dan Peta Batas Guna Lahan yang memiliki informasi spasial yang terpercaya dan dapat diandalkan dengan ketelitian resolusi informasi pada skala 1 : 1000 dengan batas pengukuran sekitar 235 Ha. Peta yang nantinya akan dihasilkan memiliki 2 manfaat. Yang pertama untuk keperluan proses perijinan batas pemanfaatan lahan atau tumpang susun (overlay) batas dengan institusi terkait (aspek legal) dan yang kedua sebagai acuan dalam keperluan perencanaan pada tingkat Detailed Engineering Design seperti perencanaan jalan, drainase, atau penyiapan lokasi pemboran sumur baru.
Perpustakaan Digital ITB