COVER Indah Lastri Ramona
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Indah Lastri Ramona
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Polyethylene terephthalate (PET) merupakan salah satu jenis plastik yang dimanfaatkan
sebagai kemasan bahan pangan yang masif menimbulkan masalah lingkungan karena
sifatnya yang sukar terdegradasi dan risiko emisi toksik pada proses insinerasi sehingga
diperlukan alternatif lain untuk mengolah limbah PET yaitu dengan memanfaatkan agen
biologis yang lebih ramah lingkungan. PETase merupakan enzim yang dapat
mendegradasi PET menjadi monomernya, yaitu asam tereftalat dan etilen glikol. Oleh
karena itu, dilakukan rekayasa genetik terhadap Escherichia coli BL21 (DE3) yang telah
diinsersi dengan gen penyandi PETase mutan pada plasmid pET-22b(+). Pada penelitian ini,
E. coli transforman dikultivasi secara fed-batch menggunakan sumber karbon High
Fructose Corn Syrup (HFCS) dan diinduksi dengan IPTG. Kemudian dilakukan
perbandingan pada beberapa parameter kultivasi fed-batch dan batch (kontrol). Waktu
feeding ditentukan berdasarkan laju konsumsi substrat (rs) pada kultivasi batch dan
diperoleh nilai rs sebesar 987,4 ppm/jam. Feeding dilakukan saat konsentrasi substrat
telah mencapai 5.728 ppm berdasarkan hasil perhitungan. Parameter yang diukur pada
kultivasi fed-batch adalah pH, DO, OD600, kadar HFCS setelah feeding, aktivitas enzim
pada substrat analog pNPB (p-nitrophenyl butyrate), dan kadar total protein dalam fraksi
ekstraseluler kasar. Uji statistik dilakukan dengan menggunakan metode ANOVA dan
uji lanjutan Tukey pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa pada kultivasi fed-batch, terjadi peningkatan produksi total protein yang
signifikan pada 6 jam pertama setelah induksi. Namun, hasil uji statistik menunjukkan
jumlah protein total pada akhir waktu kultivasi sistem fed-batch (0,2153±0,0343 g/L)
tidak memiliki perbedaan signifikan dengan sistem kontrol (0,1264±0,0054 g/L). Aktivitas
enzim hasil kultivasi fed-batch berada pada rentang 19,031-65,406 unit/mg protein kasar.
Aktivitas enzim paling tinggi diperoleh pada waktu 6 jam setelah induksi dan turun secara
signifikan setelah 24 jam induksi. Penelitian selanjutnya diperlukan untuk menentukan
aktivitas enzim terhadap substrat homolog enzim PETase (PET).
Perpustakaan Digital ITB