BAB 1 Fika Novitasari
EMBARGO  2029-08-10 
EMBARGO  2029-08-10 
BAB 3 Fika Novitasari
EMBARGO  2029-08-10 
EMBARGO  2029-08-10 
BAB 5 Fika Novitasari
EMBARGO  2029-08-10 
EMBARGO  2029-08-10 
Disertasi ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip keadilan
direpresentasikan dalam kebijakan dan praktik tata kelola air oleh berbagai aktor
kunci, serta kapasitas aktor dalam menerapkan prinsip-prinsip tersebut dalam
mendukung akses yang berkeadilan terhadap air domestik di Indonesia. Penyediaan
layanan air domestik yang berkeadilan telah diartikulasikan dalam komitmen global
untuk memastikan akses bagi semua. Namun, penyediaan air yang berkeadilan
dipahami sebagai sesuatu yang jauh lebih kompleks daripada sekadar distribusi
sumber daya alam secara adil; hal ini juga mencakup nilai-nilai intrinsik air,
termasuk relasi kuasa, representasi masyarakat, dan peningkatan kualitas hidup
masyarakat. Indonesia menghadapi tantangan yang signifikan dalam memastikan
akses yang berkeadilan terhadap air yang berkualitas baik dan mencukupi bagi
penduduknya. Pada saat yang sama, masyarakat di berbagai wilayah Indonesia
hidup di daerah dengan karakteristik geografis dan topografis yang beragam, yang
dapat memengaruhi penyediaan layanan air domestik secara berkeadilan. Berbagai
studi yang ada telah mengkaji aspek teknis sistem penyediaan air, namun penelitian
mengenai keadilan dalam pengelolaan air masih belum banyak dieksplorasi, dan
pembahasan mengenai topik ini belum cukup terwakili dalam agenda kebijakan di
Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif melalui analisis
dokumen kebijakan, wawancara semi-terstruktur, observasi, dan pemetaan mental,
disertasi ini berkontribusi dalam memperkaya dan mengembangkan konsep serta
pertimbangan mengenai keadilan berdasarkan persepsi, partisipasi, dan praktikpraktik para aktor kunci dalam tata kelola air. Temuan penelitian ini menunjukkan
bahwa pemerintah nasional memandang keadilan sebagai tujuan sekunder dalam
pencapaian SDG 6, terutama melalui perluasan sistem air perpipaan ke wilayah
padat penduduk dan kelompok rentan, tetapi kurang memperhatikan dampak dari
beragam kondisi geografis dan sosial-ekonomi di seluruh wilayah Indonesia. Studi
ini menunjukkan bahwa pemerintah nasional dan daerah telah memiliki langkahii
langkah khusus untuk menangani kerentanan tertentu dalam wilayah
kewenangannya, seperti rumah tangga berpendapatan rendah, masyarakat di
kawasan permukiman kumuh, dan anak-anak dengan isu stunting. Namun, langkahlangkah tersebut masih belum memadai untuk mendukung prinsip keadilan, karena
kelompok rentan belum cukup dilibatkan atau diakui dalam proses pengambilan
keputusan. Studi ini juga menyoroti bahwa pemerintah daerah memiliki strategi
atau intervensi berbasis tempat untuk merespons beragam kondisi topografis dan
lingkungan dalam wilayahnya. Lebih lanjut, penelitian ini menekankan bahwa
strategi berbasis tempat penting untuk memastikan akses terhadap air bagi
masyarakat yang tinggal di daerah dengan kondisi topografi dan geografi yang
beragam, namun strategi tersebut tidak cukup untuk merepresentasikan keadilan
dalam tata kelola air. Strategi berbasis tempat dalam lokasi ini mengacu pada
pemerintah daerah yang tidak menerapkan pendekatan yang sama untuk semua
wilayah, melainkan menyesuaikan intervensi mereka dengan karakteristik khusus
masing-masing lokasi, seperti keragaman kualitas dan kuantitas sumber daya air di
lokasi tersebut, kepadatan penduduk, serta kondisi topografi dan geografis. Temuan
penelitian ini juga menunjukkan bahwa kelompok pengelola air domestik berbasis
masyarakat dapat memiliki kapasitas intelektual, sosial, politik, dan lingkungan
yang beragam, dan kapasitas tersebut dapat mendukung maupun menghambat
keadilan dalam tata kelola air. Studi ini juga memberikan argumen mengenai
pentingnya pelibatan konteks secara lebih bermakna dalam diskusi akademik dan
kebijakan yang membahas prinsip keadilan dalam tata kelola air, melalui
pengintegrasian kekhasan serta nuansa spasial dan lingkungan suatu tempat. Pada
akhirnya, disertasi ini berargumen bahwa untuk mencapai keadilan dalam tata
kelola air, penting untuk memperhatikan keberagaman sumber air dan kualitas air,
bersamaan dengan karakteristik berbasis tempat lainnya, guna mengelola akses air
domestik secara lebih setara.
Perpustakaan Digital ITB