ABSTRAK Adhika Mazaya Faizal
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
COVER Adhika Mazaya Faizal
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Adhika Mazaya Faizal
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Adhika Mazaya Faizal
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Adhika Mazaya Faizal
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Adhika Mazaya Faizal
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Adhika Mazaya Faizal
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
DAFTAR PUSTAKA Adhika Mazaya Faizal
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
LAMPIRAN Adhika Mazaya Faizal
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Peningkatan suhu global mendorong tingginya permintaan AC di Indonesia, yang berkontribusi signifikan pada emisi gas rumah kaca (GRK). Indonesia berkomitmen menurunkan emisi GRK di bawah Paris Agreement dan Amandemen Kigali. Penelitian ini mengestimasi emisi GRK sektor tata udara residensial di Indonesia (2020-2045) dan menganalisis potensi pengurangan emisi melalui skenario strategis.
Metode kuantitatif digunakan untuk mengestimasi emisi langsung dan tidak langsung, berdasarkan data populasi AC, muatan refrigeran, GWP, Cooling Seasonal Performance Factor (CSPF), dan faktor emisi listrik nasional. Hasilnya, sektor ini menghasilkan total 590.962,69 kilotons CO2-eq GRK, dengan 94,83% berasal dari emisi tidak langsung dan 5,17% berasal dari emisi langsung. Penyumbang utama emisi GRK adalah merek Sharp, Daikin, dan Panasonic. Empat skenario penurunan emisi dirumuskan dengan penggantian refrigeran (R-454B/R-290) dan peningkatan Standar Kinerja Energi Minimum (SKEM). Skenario realistis (keempat) menunjukkan potensi pengurangan emisi sebesar 13,08% (-98.616,97 kilotons CO2-eq) dari BAU.
Berdasarkan hasil penelitian, emisi tidak langsung merupakan kontributor utama terhadap total emisi GRK di sektor tata udara residensial Indonesia, sangat dipengaruhi oleh populasi unit AC, faktor emisi ketenagalistrikan dan efisiensi unit AC (SKEM). Perubahan strategis pada jenis refrigeran dan peningkatan efisiensi energi terbukti dapat mengurangi emisi secara signifikan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan penting serta menjadi dasar bagi perumusan kebijakan dan strategi mitigasi GRK yang lebih efektif di sektor tata udara residensial Indonesia.
Perpustakaan Digital ITB