digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


BAB 1 Rayyan Rizky Ardhya
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Rayyan Rizky Ardhya
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Rayyan Rizky Ardhya
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Rayyan Rizky Ardhya
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Rayyan Rizky Ardhya
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

DAFTAR PUSTAKA_Rayyan Rizky Ardhya
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

Penambangan batubara bawah tanah metode longwall membentuk zona rekahan konduktif air yang memicu aliran air tanah dari akuifer ke dalam bukaan tambang, sehingga prediksi debit yang akurat penting untuk perencanaan penyaliran dan mitigasi bahaya. Penelitian ini membandingkan prediksi debit air masuk tambang metode Virtual Large Diameter Well Method (VLDWM) dan Dynamic Virtual Large Diameter Well Method (DVLDWM) pada panel longwall. Pendekatan analitik sumur besar virtual diterapkan pada data sekunder parameter hidrogeologi (K, M, H?, T, ?) dan geometri panel (730 × 140 m, kedalaman 200 m, tebal batubara 2,8 m). VLDWM dihitung tunggal untuk panel penuh, DVLDWM dihitung dengan pembaruan radius sumur virtual, penurunan muka air tanah, dan radius pengaruh. Debit DVLDWM naik dari 43,86 m³/jam (tahap 1), memuncak 94,07 m³/jam (tahap 7), lalu turun ke 73,49 m³/jam (tahap 8) saat rezim aliran beralih dari tertekan ke bebas, rata-rata 68,25 m³/jam. VLDWM konstan 239,17 m³/jam, 225% di atas panel penuh dan 250% di atas rata-rata DVLDWM, sehingga DVLDWM lebih representatif untuk penyaliran bertahap. Kedua metode jauh lebih peka terhadap konduktivitas hidraulik (K) daripada tinggi tekan awal (H?) penurunan K satu orde menekan debit VLDWM ke 46,48 m³/jam dan rata-rata DVLDWM ke 6,58 m³/jam, sedangkan perubahan H? ±10 m hanya mengubah debit VLDWM sekitar 12%.