Nyeri otot tertunda (Delayed Onset Muscle Soreness) dan penurunan performa fisik merupakan
tantangan utama yang sering menghambat konsistensi pelatihan dalam dunia olahraga. Kondisi ini
umumnya berawal saat aktivitas fisik berat memicu produksi spesi oksigen reaktif (ROS) berlebih
yang mengakibatkan stres oksidatif, peroksidasi lipid pada membran sel otot rangka, serta
tertundanya proses pemulihan atlet. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas
ekstrak etanol rimpang kunyit (Curcuma longa L.), ekstrak etanol kulit batang kayu manis
(Cinnamomum burmannii), serta kombinasi keduanya dalam menetralkan radikal bebas dan
menghambat peroksidasi lipid secara in vitro sebagai kandidat suplemen pemulihan. Pembuatan
ekstrak dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Pengujian aktivitas
antioksidan diukur menggunakan metode peredaman radikal bebas 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazil
(DPPH) dan metode penghambatan degradasi sistem emulsi asam linoleat melalui ?-Carotene
Bleaching (BCB). Hasil pengujian menunjukkan bahwa secara tunggal, ekstrak etanol rimpang kunyit
memiliki efektivitas yang lebih tinggi dibandingkan ekstrak etanol kulit batang kayu manis. Pada
pengujian penangkapan radikal bebas (DPPH), ekstrak etanol rimpang kunyit tunggal memberikan
aktivitas yang paling optimal dengan nilai IC50 sebesar 188,429 µg/mL. Sementara itu, pada
pengujian BCB yang menyimulasikan perlindungan pada antarmuka lipid, kombinasi dengan rasio 2
: 1 (rimpang kunyit dominan) terbukti memberikan efek perlindungan peroksidasi lipid yang paling
kuat dengan nilai IC50 mencapai 94,933 µg/mL, lebih kuat dari kelompok ekstrak tunggal dan
kombinasi lainnya. Sebagai kesimpulan, kombinasi ekstrak etanol rimpang kunyit dan kulit batang
kayu manis rasio 2 : 1 memiliki potensi perlindungan seluler yang menjanjikan, sehingga
direkomendasikan untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai agen nutrasetikal guna mendukung
pemulihan otot pasca olahraga.
Perpustakaan Digital ITB