digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Nyeri otot tertunda (Delayed Onset Muscle Soreness) dan penurunan performa fisik merupakan tantangan utama yang sering menghambat konsistensi pelatihan dalam dunia olahraga. Kondisi ini umumnya berawal saat aktivitas fisik berat memicu produksi spesi oksigen reaktif (ROS) berlebih yang mengakibatkan stres oksidatif, peroksidasi lipid pada membran sel otot rangka, serta tertundanya proses pemulihan atlet. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas ekstrak etanol rimpang kunyit (Curcuma longa L.), ekstrak etanol kulit batang kayu manis (Cinnamomum burmannii), serta kombinasi keduanya dalam menetralkan radikal bebas dan menghambat peroksidasi lipid secara in vitro sebagai kandidat suplemen pemulihan. Pembuatan ekstrak dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Pengujian aktivitas antioksidan diukur menggunakan metode peredaman radikal bebas 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazil (DPPH) dan metode penghambatan degradasi sistem emulsi asam linoleat melalui ?-Carotene Bleaching (BCB). Hasil pengujian menunjukkan bahwa secara tunggal, ekstrak etanol rimpang kunyit memiliki efektivitas yang lebih tinggi dibandingkan ekstrak etanol kulit batang kayu manis. Pada pengujian penangkapan radikal bebas (DPPH), ekstrak etanol rimpang kunyit tunggal memberikan aktivitas yang paling optimal dengan nilai IC50 sebesar 188,429 µg/mL. Sementara itu, pada pengujian BCB yang menyimulasikan perlindungan pada antarmuka lipid, kombinasi dengan rasio 2 : 1 (rimpang kunyit dominan) terbukti memberikan efek perlindungan peroksidasi lipid yang paling kuat dengan nilai IC50 mencapai 94,933 µg/mL, lebih kuat dari kelompok ekstrak tunggal dan kombinasi lainnya. Sebagai kesimpulan, kombinasi ekstrak etanol rimpang kunyit dan kulit batang kayu manis rasio 2 : 1 memiliki potensi perlindungan seluler yang menjanjikan, sehingga direkomendasikan untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai agen nutrasetikal guna mendukung pemulihan otot pasca olahraga.