Model kompresibilitas lempung didasarkan pada tanah sedimen, sedangkan tanah residual terbentuk oleh pelapukan di tempat. Penelitian ini menguji kompresibilitas tanah residual heavily overconsolidated berkadar halloysite tinggi dari Ciumbuleuit dan Cikahuripan, Jawa Barat, melalui 24 spesimen oedometer Incremental Loading pada durasi tahap 24 jam, 4 menit, dan 12 detik, sebagian direkam pada resolusi 0,2 detik, dengan spesimen reconstituted sebagai acuan.
Model Structured Cam Clay tidak dapat diterapkan karena tambahan angka pori terhadap garis kompresi intrinsik membesar secara monoton pada seluruh dua belas spesimen intact, padahal model itu mensyaratkannya meluruh menuju nol. Perilaku kompresinya terwakili oleh hukum pangkat ????????=?????????????? dengan koefisien determinasi rerata 0,9969, dan ???? membesar dari 0,286 menjadi 0,857 seiring tegangan sehingga bukan tetapan material. Indeks rekompresi tunggal juga tidak dapat ditetapkan: rasio kekakuan cabang pembebanan awal terhadap cabang unload-reload bermedian 1,18 pada 10 kPa dan membesar menjadi 3,94 pada 100 kPa, menandakan kerusakan struktur bertahap. Penyelesaian teori Terzaghi tidak menggambarkan perilaku deformasi–waktu spesimen intact pada uji 24 jam, sedangkan material reconstituted mengikutinya, dan uji berdurasi singkat tidak menghasilkan kurva tegangan efektif karena pada 12 detik baru tercapai 14,2% dan 23,6% dari deformasi akhir.
Perpustakaan Digital ITB