digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Muhammad Mushlih
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Sifon drainase crossing KM 443 B Jalan Tol Semarang–Solo mengalami luapan pada 18 April 2025 yang berdampak hingga ke permukiman dan persawahan di Kecamatan Bawen. Tugas akhir ini mengevaluasi kapasitas hidrolis sifon eksisting terhadap debit banjir rencana periode ulang 25 tahun serta merancang alternatif crossing baru sebagai solusi. Debit rencana dihitung menggunakan analisis hidrologi metode SCS pada DAS Tuntang (luas 1.770 km²), menghasilkan Q25 sebesar 13,57 m³/s. Evaluasi hidrolika dengan persamaan Hazen-Williams, diverifikasi menggunakan pemodelan SWMM 5.2, menunjukkan kapasitas sifon eksisting hanya 4,84 m³/s, atau 36% dari debit rencana, dengan defisit 8,72 m³/s (64%). Tiga alternatif desain, sifon paralel, aquaduct beton bertulang, dan pipa layang (elevated pipe) dievaluasi menggunakan Multi-Criteria Decision Analysis dengan enam kriteria berbobot. Pipa layang terpilih dengan skor tertinggi (3,60), unggul dari aspek hidrolika, konstruksi, dan pemeliharaan. Struktur terpilih berupa pipa baja berdiameter 1,6 m yang didukungw rangka truss baja tiga bentang di atas dua pier dan dua abutment gravitasi. Pier ditopang enam bored pile berdiameter 1,2 m sedalam 36 m per pier, dengan pile cap berukuran 4,8 × 7,8 × 1,2 m; seluruh kontrol struktur dan geoteknik (geser pons, geser satu arah, daya dukung, guling, dan geser abutment) memenuhi faktor keamanan yang disyaratkan. Total Rencana Anggaran Biaya untuk alternatif terpilih adalah Rp15.425.379.000 (termasuk overhead, profit, dan pajak). Hasil studi ini diharapkan dapat menjadi acuan teknis dalam mitigasi luapan drainase crossing serupa pada infrastruktur jalan tol.