digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Pelabuhan Patimban merupakan pelabuhan laut dalam di Kabupaten Subang, Jawa Barat, yang dibangun sebagai Proyek Strategis Nasional untuk mengatasi keterbatasan kapasitas Pelabuhan Tanjung Priok sekaligus mendukung pertumbuhan industri manufaktur dan otomotif di koridor timur Jakarta. Sebagai pelabuhan yang terbuka langsung terhadap dinamika Laut Jawa, fasilitas sisi lautnya dirancang berdasarkan kajian hidro-oseanografi agar navigasi kapal aman dan struktur pelindung pantai kokoh dalam jangka panjang. Fasilitas sisi laut yang dirancang meliputi alur pelayaran, layout perairan pelabuhan (kolam putar dan kolam dermaga), serta pemecah gelombang, dengan kapal rencana Ultra Large Container Ship kelas Maersk E-Class (165.000 DWT; LOA 398 m; sarat 16 m). Analisis data angin ECMWF ERA5 (2016-2025) dan hindcasting metode SPM (1984) menghasilkan gelombang rencana kala ulang 100 tahun terbesar dari arah Utara (H0 = 1,635 m; T = 6,726 detik), sedangkan analisis pasang surut metode least square menghasilkan tunggang pasut 1,65 m terhadap datum LLWL. Pemodelan Delft3D-WAVE menunjukkan layout perairan eksisting telah memenuhi kriteria ketenangan kolam tanpa memerlukan modifikasi geometri utama. Pemecah gelombang tipe rubble mound (kemiringan 1:2) dirancang dengan elevasi puncak +2,79 m dan tinggi struktur 11 m. Analisis PLAXIS 2D menunjukkan bahwa tanah dasar memerlukan perbaikan berupa geotekstil non-woven, matras bambu, dan cerucuk bambu betung agar tercapai angka aman 1,8, namun penurunan konsolidasi diperkirakan mencapai 2,2 m dan melampaui freeboard rencana, sehingga menjadi aspek kritis untuk desain lanjutan.