Banjir sering menjadi persoalan bagi masyarakat, terutama di daerah perkotaan padat seperti Kota Denpasar. Sungai Tukad Badung yang membelah bagian tengah Kota Denpasar dengan panjang alur utama 19,6 km dan luas DAS sebesar 52.497 km², merupakan sungai yang sering mengalami permasalahan banjir. Kondisi ini disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor, antara lain kapasitas penampang sungai yang tidak memadai untuk menampung debit banjir rencana, alih fungsi lahan pada sempadan sungai, dan akumulasi sedimentasi yang mempersempit penampang efektif. Permasalahan ini terbukti nyata pada peristiwa banjir bandang 10 September 2025 yang menewaskan sembilan orang dan merusak ratusan rumah di Denpasar. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan sistem pengendalian banjir yang efektif untuk mengatasi masalah tersebut. Metodologi penelitian menggunakan data sekunder yang dianalisis secara hidrologi dan hidraulika. Analisis hidrologi untuk menghitung debit banjir rencana periode ulang 25 tahun dilakukan dengan bantuan perangkat lunak QGIS dan HEC-HMS. Selanjutnya, analisis hidraulika untuk memodelkan genangan dan mengevaluasi alternatif solusi penanganan banjir dilakukan menggunakan perangkat lunak HEC-RAS 2D. Dari beberapa alternatif yang dimodelkan, solusi kombinasi antara normalisasi sungai dan pembangunan tanggul pengaman menggunakan Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP) menghasilkan reduksi genangan banjir paling signifikan. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa penerapan solusi kombinasi ini mampu mereduksi luas genangan banjir rencana secara signifikan, yaitu sebesar 99,64%. Oleh karena itu, alternatif terpilih direkomendasikan sebagai solusi teknis yang komprehensif untuk pengendalian banjir di Sungai Tukad Badung.
Perpustakaan Digital ITB