Mahasiswa tingkat akhir desain grafis kerap menghadapi kesenjangan pemahaman
antara etika profesi dan realitas praktik kerja di industri. Pendidikan formal di
bidang desain umumnya menitikberatkan pada aspek teknis dan konseptual, namun
masih belum sepenuhnya mengakomodasi pemahaman mengenai tanggung jawab
profesional, regulasi praktik, serta perlindungan profesi.
Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah platform digital edukatif yang
dapat menjembatani kesenjangan antara standar etika profesi dan kebutuhan praktis
mahasiswa desain grafis. Metode yang digunakan adalah kualitatif melalui
wawancara mendalam dan observasi. Hasil temuan menunjukkan bahwa rendahnya
pemahaman etika profesi disebabkan oleh penyampaian materi yang cenderung
implisit di lingkungan perguruan tinggi, serta keterbatasan akses terhadap dokumen
etika formal yang dianggap kurang komunikatif dan sulit diakses.
Berdasarkan analisis komparatif terhadap beberapa media referensi internasional
seperti The Design Kids, International Council of Design (ICoD), American
Institute of Graphic Arts (AIGA), dan Duolingo, penelitian ini mengusulkan
pengembangan fitur interaktif pada situs resmi ADGI sebagai media utama
penyampaian informasi. Strategi perancangan difokuskan pada penyederhanaan
materi kompleks melalui pendekatan bertahap (progressive disclosure) untuk
meningkatkan pemahaman, serta penggunaan bahasa visual yang inklusif guna
meningkatkan keterlibatan pengguna.
Hasil akhir dari perancangan ini adalah platform edukatif berupa website yang
mengintegrasikan standar etika profesional dengan pengalaman belajar yang
interaktif dan partisipatif. Website ini diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai
sumber informasi, tetapi juga sebagai media pembelajaran mandiri yang membantu
meningkatkan kesiapan profesional mahasiswa dalam menghadapi transisi ke dunia
kerja desain grafis.
Perpustakaan Digital ITB