Solong Penias merupakan kerajinan anyaman bambu dan rotan khas masyarakat Paser,
Kalimantan Timur, yang menyimpan pengetahuan budaya penting namun kini terancam punah
akibat pergeseran ke alat modern dan melemahnya regenerasi pengetahuan di kalangan generasi
muda. Namun demikian, belum ada pusat informasi terstruktur yang mendokumentasikan
pengetahuan ini sekaligus menghubungkan pengrajin dengan pasar yang lebih luas, sehingga
upaya pelestarian dan penguatan ekonomi pengrajin masih berjalan terpisah. Penelitian ini
bertujuan memetakan pengetahuan pembuatan Solong Penias secara komprehensif dan merancang
platform digital dwi-fungsi sebagai media diseminasi pengetahuan sekaligus saluran transaksi
produk. Penelitian menggunakan pendekatan Practice-based Research dengan kerangka Design
Thinking dan orientasi Desain Partisipatoris, melibatkan lima pengrajin dan satu anggota AMAN
Paser melalui wawancara, observasi, workshop scaffolding, dan sesi co-design. Evaluasi platform
dilakukan menggunakan System Usability Scale terhadap 20 responden pembeli. Hasil pemetaan
menghasilkan enam domain pengetahuan yang menjadi dasar arsitektur platform tiga lapisan akses
dengan model managed marketplace berorientasi nilai koperasi. Evaluasi SUS mencatat skor rata
rata 78,375 dengan kategori acceptable, diperkuat member checking yang menunjukkan respons
positif pengrajin. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi Desain Partisipatoris dengan Design
Thinking yang menempatkan pengrajin sebagai co-designer aktif. Penelitian ini menawarkan
kerangka metodologis yang dapat direplikasi untuk pelestarian warisan budaya takbenda lainnya.
Perpustakaan Digital ITB