digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Fenomena degradasi "Ruang Ketiga" di kawasan padat penduduk atau kampung kota telah mereduksi kualitas hidup warga, khususnya anak-anak yang mengalami defisit ruang bermain dan minimnya eksposur terhadap alam. Di sisi lain, kehadiran kebun komunal sebagai bentuk praktik urban farming yang sudah ada saat ini, implementasinya cenderung eksklusif dan berpusat pada orang dewasa, sehingga gagal melibatkan anak sebagai agen regenerasi sosial. Dengan pendekatan placemaking, perancangan produk ini bertujuan untuk mengaktivasi zona transisi (sirkulasi) menjadi simpul aktivitas yang inklusif. Kebaruan penelitian terletak pada pendekatan integratif yang menggabungkan urban farming, placemaking, dan interaksi sosial anak dalam satu strategi desain produk. Hasil penelitian berkontribusi pada teori dan praktik desain produk dengan menghadirkan solusi inovatif yang mengoptimalkan kebun komunal sebagai wahana bermain edukatif yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat keberlanjutan placemaking melalui regenerasi nilai-nilai komunal pada generasi muda.