Fenomena degradasi "Ruang Ketiga" di kawasan padat penduduk atau kampung
kota telah mereduksi kualitas hidup warga, khususnya anak-anak yang mengalami
defisit ruang bermain dan minimnya eksposur terhadap alam. Di sisi lain, kehadiran
kebun komunal sebagai bentuk praktik urban farming yang sudah ada saat ini,
implementasinya cenderung eksklusif dan berpusat pada orang dewasa, sehingga
gagal melibatkan anak sebagai agen regenerasi sosial. Dengan pendekatan
placemaking, perancangan produk ini bertujuan untuk mengaktivasi zona transisi
(sirkulasi) menjadi simpul aktivitas yang inklusif.
Kebaruan penelitian terletak pada pendekatan integratif yang menggabungkan
urban farming, placemaking, dan interaksi sosial anak dalam satu strategi desain
produk. Hasil penelitian berkontribusi pada teori dan praktik desain produk dengan
menghadirkan solusi inovatif yang mengoptimalkan kebun komunal sebagai
wahana bermain edukatif yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat keberlanjutan
placemaking melalui regenerasi nilai-nilai komunal pada generasi muda.
Perpustakaan Digital ITB