Bagi mahasiswa perantau, hunian sementara tidak hanya berperan sebagai tempat
tinggal, namun juga sebagai ruang untuk mendukung perkembangan karakter.
Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai salah satu institusi pendidikan terbaik di
Jawa Barat berupaya untuk menyediakan solusi permasalahan hunian mahasiswa
melalui fasilitas asrama kampus. Pengelola berusaha untuk mengakomodasi
aktivitas sehari-hari serta mendukung perkembangan karakter, tetapi tidak jarang
fasilitas yang disediakan belum sepenuhnya adaptif terhadap kebutuhan penghuni,
khususnya mahasiswa wanita. Berdasarkan hal tersebut, diperlukan penelitian
untuk memahami tingkat kepuasan serta preferensi interior penghuni wanita
terhadap asrama yang ditempati. Penelitian ini dilakukan di Asrama Sangkuriang
dengan tujuan untuk memahami tingkat kepuasan penghuni, dengan mahasiswa
wanita sebagai subjek utama penelitian. Metode yang digunakan adalah metode
campuran kualitatif-kuantitatif, melalui teknik kuesioner dengan skala 1-4 yang
didukung oleh observasi langsung pada Asrama Sangkuriang serta wawancara
dengan penghuni wanita dan pihak pengelola asrama.
Temuan awal menunjukan bahwa Asrama Sangkuriang memiliki tingkat
ketidakpuasan pada aspek ukuran ruang serta penyediaan tempat penyimpanan.
Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan usulan perancangan interior melalui
pendekatan compact design dalam bentuk visual tiga dimensi. Desain-desain yang
dihasilkan berupaya tidak hanya untuk mengoptimalisasikan fungsi kamar hunian,
namun juga menghasilkan rancangan yang representatif, responsif, dan sesuai
preferensi berbagai karakteristik serta kebutuhan wanita. Penelitian ini ditujukan
untuk menghasilkan rancangan sebagai rekomendasi untuk perancang dan
pengelola berdasarkan evaluasi pasca huni. Hal ini mendukung peningkatan
performa bangunan secara berkelanjutan serta menciptakan ruang yang adaptif
dengan wanita sebagai pengguna utama bangunan.
Perpustakaan Digital ITB