digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Raditya Rafiansyah
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Pemilihan sistem fondasi dalam merupakan aspek penting dalam perencanaan struktur bawah, terutama pada wilayah bertanah lunak dan berisiko seismik tinggi seperti Gading Serpong, Kabupaten Tangerang. Laporan tugas akhir ini membahas perancangan ulang fondasi eksisting jack-in pile menjadi bored pile pada Proyek Hudson Square. Analisis dilakukan berdasarkan SNI 8460:2017, SNI 1726:2019, dan SNI 2847:2019, dengan menggunakan data Standard Penetration Test dari tiga titik bor, yaitu DB.1, DB.2, dan DB.5. Hasil interpretasi menunjukkan bahwa lokasi proyek termasuk Kelas Situs SE atau tanah lunak, sehingga diperlukan desain tulangan daktail sesuai Kategori Desain Seismik D. Konfigurasi tulangan yang digunakan terdiri atas 9D36 dan 4D32 sebagai tulangan longitudinal, serta D16-150 pada zona confinement dan D16-300 pada zona non-confinement. Hasil analisis menunjukkan bahwa bored pile berdiameter 600 mm memenuhi batas penurunan izin sebesar 28 cm serta batas defleksi lateral sebesar 10 mm pada beban 100% rencana dan 25 mm pada beban 200% rencana. Jumlah titik fondasi berkurang dari 552 titik jack-in pile menjadi 317 titik bored pile, terdiri atas 122 titik pada kedalaman 21 m dan 195 titik pada kedalaman 22,5 m. Namun, metode bored pile membutuhkan volume beton sebesar 2.063,17 m³ dan baja tulangan sebesar 397.571,403 kg, dengan total biaya Rp9.983.617.048,90 dan durasi pelaksanaan 54 hari. Nilai tersebut lebih besar dibandingkan jack-in pile, yang memiliki biaya realisasi Rp1.978.946.345,45 dan durasi 27 hari. Dengan demikian, bored pile secara teknis memenuhi persyaratan perencanaan, tetapi secara indikatif jack-in pile lebih efisien dari aspek biaya dan waktu untuk tipologi bangunan komersial menengah pada lokasi penelitian.