COVER Akhdan Haidar Maheswara
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Akhdan Haidar Maheswara
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Akhdan Haidar Maheswara
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Akhdan Haidar Maheswara
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Akhdan Haidar Maheswara
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Akhdan Haidar Maheswara
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 6 Akhdan Haidar Maheswara
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Akhdan Haidar Maheswara
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
LAMPIRAN Akhdan Haidar Maheswara
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Persimpangan bersinyal Soekarno Hatta – Pasir Koja merupakan salah satu simpang di Kota Bandung yang terindikasi mengalami tundaan tinggi dan antrean memanjang. Mengingat keterbatasan lahan pada area pendekat yang membatasi opsi pelebaran geometrik secara fisik, rekomendasi perbaikan dalam penelitian ini difokuskan pada strategi rekayasa lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja operasional persimpangan pada kondisi eksisting serta memodelkan alternatif optimasi waktu siklus Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) guna mereduksi tundaan rata-rata dan panjang antrean. Metodologi yang digunakan meliputi pemodelan mikrosimulasi menggunakan perangkat lunak PTV VISSIM dan pendekatan analitis makroskopis berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI 2023). Parameter kinerja utama yang dievaluasi mencakup waktu siklus, panjang antrean, tundaan simpang, dan Tingkat Pelayanan (Level of Service / LOS). Analisis dilakukan dengan membandingkan kondisi eksisting terhadap tiga skenario alternatif: Alternatif 1 (Optimasi Komputasi VISSIM Siklus Tetap), Alternatif 2 (Optimasi Komputasi VISSIM Siklus PKJI), dan Alternatif 3 (Optimasi Teoritis PKJI 2023). Hasil evaluasi kondisi eksisting menunjukkan bahwa simpang beroperasi dengan waktu siklus 270-295 detik, menghasilkan Tingkat Pelayanan (LOS) kategori F dengan tundaan rata-rata terbesar 142,14 detik/kend, serta panjang antrean rata-rata mencapai 192,35 meter pada periode pagi. Melalui penerapan optimasi, pemendekan waktu siklus mengindikasikan perbaikan kinerja lalu lintas yang signifikan. Skenario Alternatif 3 ditetapkan sebagai rekomendasi paling optimal karena mampu mereduksi rata-rata panjang antrean pada periode pagi hingga 78% (menjadi 42,74 meter) dan menurunkan tundaan rata-rata simpang sebesar 82% (menjadi 25,79 detik/smp). Capaian ini meningkatkan Tingkat Pelayanan (LOS) persimpangan dari kategori F menjadi D. Penelitian ini menunjukkan bahwa penyesuaian durasi waktu siklus dan pendistribusian ulang fase hijau secara proporsional efektif dalam meningkatkan kinerja operasional persimpangan tanpa memerlukan perubahan infrastruktur fisik.
Perpustakaan Digital ITB