Penyandang disabilitas pendengaran dan gangguan bicara motorik (MSDs)
kesulitan berkomunikasi, membaca teks yang kompleks, dan mengoperasikan alat
digital. Namun, akses layanan gawat darurat yang tersedia saat ini,
memprioritaskan panggilan suara yang tidak aksesibel. Penelitian ini bertujuan
untuk merancang desain aplikasi aksesibel untuk memanggil bantuan gawat
darurat di Kota Bandung. Data dikumpulkan dengan kajian literatur, wawancara,
dan Focus Group Discussion. Perancangan menggunakan kerangka kerja Double
Diamond dan Elements of User Experience. Hasil rancangan adalah aplikasi Tandu
yang menyediakan alur pelaporan sederhana dengan metode komunikasi
beragam untuk memenuhi fungsi utama pelayanan pra-rumah sakit. Hasil uji coba
menandakan bahwa aplikasi Tandu mencapai tingkat kegunaan paling tinggi bagi
MSDs dan ambang batas baik bagi penyandang disabilitas pendengaran. Aplikasi
berhasil mencapai nilai baik untuk ketiga matriks kesuksesan efficiency, clarity,
dan perspicuity
Perpustakaan Digital ITB