Pembangunan gedung perkantoran secara vertikal menjadi solusi keterbatasan lahan di Jakarta di tengah pertumbuhan ekonomi yang pesat. Namun, lokasi Jakarta yang rawan gempa, ditambah potensi ketidakberaturan bentuk bangunan akibat tuntutan arsitektural, menuntut sistem penahan gaya seismik yang andal. Baja profil dipilih sebagai material utama karena daktilitas tinggi, rasio kekuatan-berat baik, dan konstruksi cepat. Tugas Akhir ini membahas perancangan struktur baja gedung perkantoran 12 lantai di Jakarta, menggunakan kombinasi Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) arah Y dan Sistem Rangka Bresing Eksentris (SRBE) konfigurasi inverted v-shape arah X. Proses perancangan meliputi pemodelan struktur, analisis spektrum respons ragam, desain elemen, dan pendetailan sambungan, mengacu SNI 1726:2019, SNI 1727:2020, SNI 1729:2020, dan SNI 7860:2020. Sistem lantai menggunakan pelat-balok komposit baja-beton untuk efisiensi penampang, dengan sambungan balok-kolom SRPMK tipe bolted flange plate (BFP). Pendekatan desain kapasitas diterapkan agar disipasi energi gempa berjalan optimal. Hasil perancangan menunjukkan dimensi penampang dan sambungan memenuhi kriteria kekuatan, kekakuan, dan stabilitas. Struktur mencapai target daktilitas melalui mekanisme kolom kuat-balok lemah pada SRPMK dan pelelehan geser terkendali pada link SRBE. Kombinasi kedua sistem terbukti efektif dan aman menahan beban seismik.
Perpustakaan Digital ITB