COVER Naila Nurul Hania
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Naila Nurul Hania
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Naila Nurul Hania
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Naila Nurul Hania
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Naila Nurul Hania
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Naila Nurul Hania
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 6 Naila Nurul Hania
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 7 Naila Nurul Hania
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 8 Naila Nurul Hania
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Naila Nurul Hania
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
LAMPIRAN Naila Nurul Hania
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Peningkatan jumlah penduduk Kota Jakarta sebesar 0,23% per tahun memicu tingginya kebutuhan hunian di tengah keterbatasan lahan. Kondisi tersebut mendorong terjadinya fenomena commuting jarak jauh yang kurang efisien bagi masyarakat perkotaan. Sebagai solusi, konsep Transit-Oriented Development (TOD) diterapkan untuk mengintegrasikan hunian dengan akses transportasi umum. Kawasan Stasiun MRT Fatmawati dipilih sebagai lokasi strategis karena menghubungkan wilayah penyangga Jakarta Selatan dengan pusat kota. Pada kawasan ini, dilakukan perancangan gedung apartemen kelas menengah urban yang terdiri dari 12 lantai sebagai struktur tahan gempa. Diimplementasikan konsep baja komposit yang terdiri dari kolom komposit, balok komposit, serta pelat komposit dek baja. Sistem penahan gaya lateral direncanakan menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) dan Sistem Rangka Bresing Konsentrik Khusus (SRBKK). Digunakan sambungan terprakualifikasi tipe Welded Unreinforced Flange-Welded Web (WUF-W) pada sambungan balok-kolom pada SRPMK untuk memenuhi persyaratan daktilitas struktur tahan gempa. Tata cara pembebanan dan analisis struktur yang dilakukan mengacu pada SNI 1727:2020 dan SNI 1726:2019 dengan persyaratan kekuatan dan detailing sambungan mengikuti SNI 1729:2020, SNI 7860:2020, dan SNI 7972:2020.
Perpustakaan Digital ITB