digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Museum Nasional Indonesia merupakan salah satu museum tertua di Indonesia, yang menyimpan kurang lebih 190.000 benda-benda/objek sejarah yang terdiri atas 7 jenis koleksi yang terbagi kedalam 2 gedung, yang dinamakan gedung A dan gedung B. Area Gedung A merupakan bangunan bersejarah di dalam Gedung A, menjadikannya sebuah cagar budaya yang dipertahankan oleh museum. Area gedung A memuatsegmen pameran tetap arca Hindu ruang pamer dan wahana ImersifA. Museum Nasional juga telah dilengkapi dengan gedung penyimpanan atau storage untuk menyimpan benda-benda budaya. Untuk mempermudah pengunjung dalam mengakses ruangan-ruangan tersebut, maka kehadiran sign system bersifat penting. Perancangan ini dilakukan untuk membantu menjawab permasalahan sign system, serta menyediakan informasi seputar koleksi yang ada di Museum Nasional Indonesia. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dengan menggabungkan wawancara, observasi langsung, dan kajian pustaka sebagai metode pengumpulan data. Metode perancangan yang digunakan meliputi metode Design Thinking, melalui pengembangannya menjadi prinsip perancangan sign system oleh Ali Weiss. Hasil akhir yang ingin dicapai dalam perancangan berupa Main sign yang menggabungkan fungsi Orientational dan Directional sign, Identificational sign, Informational sign (dalam format digital dan juga cetak untuk koleksi Rotunda), dan juga Statutory sign.