digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Pertumbuhan industri kosmetik di Indonesia belum diiringi dengan penerapan desain kemasan yang aksesibel bagi penyandang difabel netra. Salah satu kendala utama yang dihadapi pengguna kosmetik difabel netra adalah kesulitan mengidentifikasi shade pada lip product, karena kemasan primer umumnya memiliki bentuk yang seragam dan hanya dibedakan melalui informasi visual. Penelitian ini bertujuan merancang serta mengevaluasi sistem identifikasi warna atau shade berbasis kemampuan tactile sebagaimana pembacaan teks menggunakan huruf Braille pada kemasan lip product untuk membantu perempuan difabel netra mengidentifikasi warna produk secara mandiri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode design thinking yang meliputi tahap studi pendahuluan, perancangan, pembuatan prototipe, pilot test, dan user testing. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, kuesioner asosiasi bentuk-warna, serta pengujian langsung terhadap prototipe. Data dianalisis menggunakan thematic analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem identifikasi berbasis simbol taktil atau tactile pictogram mampu membantu responden mengenali dan membedakan shade lip product secara lebih cepat dan akurat setelah melalui proses pembelajaran. Konsistensi penggunaan bentuk geometris sebagai representasi kategori warna, berupa tactile pictogram yang ditempatkan pada bidang kemasan, memudahkan proses penghafalan simbol, sementara penempatan tactile pictogram pada bidang datar kemasan meningkatkan kenyamanan dan efektivitas eksplorasi melalui perabaan. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa keberhasilan sistem tidak hanya dipengaruhi oleh desain simbol, tetapi juga oleh integrasinya dengan struktur kemasan. Dari sisi pengalaman pengguna, sistem ini meningkatkan rasa percaya diri, kemandirian, serta mengurangi ketergantungan terhadap bantuan orang lain dalam memilih produk kosmetik. Penelitian ini menghasilkan sebuah sistem identifikasi shade berbasis tactile pictogram yang berpotensi meningkatkan aksesibilitas kemasan kosmetik, khususnya lip product, bagi penyandang difabel netra. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi industri kosmetik dalam mengembangkan kemasan yang lebih inklusif serta menjadi dasar bagi pengembangan sistem identifikasi taktil pada kategori produk kosmetik maupun produk lainnya