Pertumbuhan industri kosmetik di Indonesia belum diiringi dengan penerapan
desain kemasan yang aksesibel bagi penyandang difabel netra. Salah satu kendala
utama yang dihadapi pengguna kosmetik difabel netra adalah kesulitan
mengidentifikasi shade pada lip product, karena kemasan primer umumnya
memiliki bentuk yang seragam dan hanya dibedakan melalui informasi visual.
Penelitian ini bertujuan merancang serta mengevaluasi sistem identifikasi warna
atau shade berbasis kemampuan tactile sebagaimana pembacaan teks menggunakan
huruf Braille pada kemasan lip product untuk membantu perempuan difabel netra
mengidentifikasi warna produk secara mandiri. Penelitian menggunakan
pendekatan kualitatif dengan metode design thinking yang meliputi tahap studi
pendahuluan, perancangan, pembuatan prototipe, pilot test, dan user testing.
Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur,
kuesioner asosiasi bentuk-warna, serta pengujian langsung terhadap prototipe. Data
dianalisis menggunakan thematic analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
sistem identifikasi berbasis simbol taktil atau tactile pictogram mampu membantu
responden mengenali dan membedakan shade lip product secara lebih cepat dan
akurat setelah melalui proses pembelajaran. Konsistensi penggunaan bentuk
geometris sebagai representasi kategori warna, berupa tactile pictogram yang
ditempatkan pada bidang kemasan, memudahkan proses penghafalan simbol,
sementara penempatan tactile pictogram pada bidang datar kemasan meningkatkan
kenyamanan dan efektivitas eksplorasi melalui perabaan. Temuan penelitian juga
menunjukkan bahwa keberhasilan sistem tidak hanya dipengaruhi oleh desain
simbol, tetapi juga oleh integrasinya dengan struktur kemasan. Dari sisi
pengalaman pengguna, sistem ini meningkatkan rasa percaya diri, kemandirian,
serta mengurangi ketergantungan terhadap bantuan orang lain dalam memilih
produk kosmetik. Penelitian ini menghasilkan sebuah sistem identifikasi shade
berbasis tactile pictogram yang berpotensi meningkatkan aksesibilitas kemasan
kosmetik, khususnya lip product, bagi penyandang difabel netra. Temuan ini
diharapkan dapat menjadi referensi bagi industri kosmetik dalam mengembangkan
kemasan yang lebih inklusif serta menjadi dasar bagi pengembangan sistem
identifikasi taktil pada kategori produk kosmetik maupun produk lainnya
Perpustakaan Digital ITB