Digitalisasi aset budaya menjadi salah satu upaya penting dalam
preservasi, dokumentasi, dan penyebarluasan informasi warisan budaya, terutama
pada objek yang rentan mengalami kerusakan akibat usia, cuaca, maupun aktivitas
manusia. Salah satu metode yang banyak digunakan dalam proses digitalisasi
adalah teknologi fotogrametri, karena mampu menghasilkan model tiga dimensi
secara relatif akurat dengan biaya yang lebih terjangkau dibandingkan teknologi
pemindaian 3D lainnya. Namun, proses pengambilan data fotogrametri di
lapangan masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan stabilitas alat,
kesulitan menjangkau sudut pengambilan tertentu, kondisi lingkungan yang tidak
terkontrol, serta rendahnya efisiensi mobilitas operator saat melakukan
dokumentasi objek budaya.
Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem penunjang lapangan yang
dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses digitalisasi aset budaya
menggunakan teknologi fotogrametri. Metode penelitian yang digunakan meliputi
observasi lapangan, studi literatur, analisis aktivitas pengguna, identifikasi
kebutuhan sistem, serta proses perancangan produk menggunakan pendekatan
desain produk. Sistem yang dirancang berfokus pada aspek portabilitas,
fleksibilitas pengambilan gambar, kestabilan perangkat, serta kemudahan
operasional di berbagai kondisi lapangan.
Hasil perancangan berupa sistem penunjang lapangan modular yang
mampu membantu operator dalam proses pengambilan citra fotogrametri pada
objek budaya dengan lebih stabil, terstruktur, dan efisien. Sistem ini diharapkan
dapat mendukung proses digitalisasi aset budaya secara lebih optimal,
meningkatkan kualitas data visual yang dihasilkan, serta menjadi solusi praktis
dalam kegiatan dokumentasi budaya di lingkungan lapangan yang memiliki
keterbatasan akses dan fasilitas.
Perpustakaan Digital ITB