digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Fadhila Dwi Puspita [17322020]
Terbatas  Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan

Kota Palu merupakan wilayah dengan tingkat risiko bencana geologi yang tinggi akibat kondisi geografisnya yang berada pada pertemuan lempeng tektonik aktif dan dilalui oleh Sesar Palu-Koro. Gempa bumi berkekuatan 7,4 SR yang terjadi pada 28 September 2018 diikuti oleh tsunami, likuefaksi, dan tanah longsor menimbulkan dampak fisik, sosial, dan psikologis yang mendalam bagi masyarakat Kota Palu dan sekitarnya. Dalam konteks sosio-kultural, masyarakat Kaili telah lama mengenal bencana geologi melalui istilah dan penamaan tempat (toponimi) yang diwariskan melalui budaya tutur. Salah satu istilah tersebut adalah Nalodo, yang dalam bahasa Kaili merujuk pada fenomena likuefaksi dan diangkat sebagai identitas Museum Nalodo Palu yang merepresentasikan kearifan lokal masyarakat Kaili. Namun, sebelum bencana 28 September 2018, pemahaman masyarakat mengenai fenomena likuefaksi masih terbatas dan belum didukung oleh edukasi kebencanaan yang dilakukan secara aktif dan menyeluruh. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya suatu fasilitas yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana edukasi kebencanaan, tetapi juga sebagai ruang memorial yang mampu merekam dan merefleksikan pengalaman kolektif masyarakat Kota Palu. Perancangan Museum Nalodo Palu bertujuan mewadahi fungsi edukasi kebencanaan di Kota Palu dan sekitarnya sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana serta menjadi ruang memorial untuk mengenang tragedi bencana 28 September 2018. Pendekatan Multisensory Experience Design diterapkan dengan mengutamakan pengalaman visual, auditori, dan taktil melalui pemanfaatan media interaktif, proyeksi digital, lanskap suara (soundscape), serta eksplorasi tekstur material untuk membangun interaksi dan ikatan emosional antara pengguna dan ruang. Perancangan museum ini diharapkan dapat menjadi media pembelajaran kebencanaan dan ruang refleksi yang memperkuat memori kolektif masyarakat Kota Palu serta berkontribusi dalam upaya pengurangan risiko bencana dan pembangunan kota yang tangguh dan berkelanjutan.