Penelitian ini membahas perancangan on-site interactive media di Zona 4 Museum Wayang
yang berfokus pada penyampaian “Kisah Ramayana” kepada anak-anak. Berdasarkan hasil
kuesioner dan wawancara, diorama dinilai menarik dari segi visual, terutama pada detail dan
bentuk wayang, namun belum sepenuhnya mampu mempertahankan minat anak dalam
waktu lama. Sebagian besar anak menunjukkan ketertarikan yang tinggi terhadap media
interaktif seperti layar sentuh, animasi, audio, dan elemen permainan sederhana karena
dinilai lebih seru, mudah dipahami, serta sesuai dengan kebiasaan anak dalam mengakses
informasi. Temuan ini menunjukkan bahwa interaktivitas dan penyajian multimedia
berperan penting dalam meningkatkan keterlibatan, pemahaman, serta pengalaman belajar
anak di lingkungan museum. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan desain
komunikasi visual yang menggabungkan narasi, interaksi, dan pengalaman pengguna sebagai
strategi edukatif dalam pengembangan media interaktif museum.
Perpustakaan Digital ITB