ABSTRAK Muhamad Fahmi Saefulloh
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 1 Muhamad Fahmi Saefulloh
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 2 Muhamad Fahmi Saefulloh
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 3 Muhamad Fahmi Saefulloh
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 4 Muhamad Fahmi Saefulloh
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 5 Muhamad Fahmi Saefulloh
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 6 Muhamad Fahmi Saefulloh
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
PUSTAKA Muhamad Fahmi Saefulloh
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
LAMPIRAN Muhamad Fahmi Saefulloh
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Ketangguhan kota merupakan orientasi penting pembangunan berkelanjutan,
khususnya bagi kota-kota yang menghadapi risiko multi-bahaya seperti Kota
Bandung, yang berada di Cekungan Bandung dan dilalui Sesar Lembang. Meskipun
Standar Nasional Indonesia (SNI) ISO 37123:2019 telah menyediakan 77 indikator
baku penilaian ketangguhan kota, penerapannya di Kota Bandung belum dilakukan
secara sistematis, baik pada level kota maupun level kecamatan. Penelitian ini
bertujuan mengevaluasi tingkat ketangguhan Kota Bandung berdasarkan indikator
SNI ISO 37123:2019 melalui empat sasaran: (1) penilaian relevansi indikator
terhadap konteks Kota Bandung; (2) penghimpunan kondisi capaian setiap
indikator; (3) penyusunan penilaian tingkat ketangguhan kota; dan (4) pemetaan
ketangguhan pada level kecamatan. Data diperoleh melalui studi dokumen terhadap
laporan resmi pemerintah (LKPJ, RPB, BPS), survei kuesioner primer terhadap 216
responden di 30 kecamatan, serta analisis penginderaan jauh menggunakan citra
satelit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 77 indikator, sebagian besar
berhasil diperoleh datanya melalui kombinasi sumber sekunder dan substitusi
survei primer, meskipun terdapat keterbatasan pada indikator dengan satuan
pengukuran fiskal dan rate per populasi yang tidak dapat diagregasi langsung ke
dalam skala penilaian tunggal. Nilai ketangguhan Kota Bandung secara
keseluruhan berada pada kategori sedang, dengan tema Kesehatan dan Tempat
Tinggal menunjukkan capaian tertinggi, sementara Tata Kelola dan Lingkungan
menunjukkan capaian terendah. Pemetaan tingkat kecamatan mengidentifikasi
Kecamatan Babakan Ciparay sebagai wilayah dengan ketangguhan terendah secara
konsisten, serta empat kecamatan (Astana Anyar, Batununggal, Lengkong, dan
Sumur Bandung) sebagai wilayah prioritas kebijakan tertinggi karena kombinasi
kelas bahaya tinggi dan tingkat kesiapsiagaan rendah. Penelitian ini
merekomendasikan penguatan kapasitas kelembagaan dan partisipasi publik
sebagai prioritas kebijakan, mengingat kesenjangan yang konsisten ditemukan
antara ketersediaan infrastruktur formal dan tingkat kesadaran masyarakat di
seluruh tema yang dikaji.
Perpustakaan Digital ITB