Persaingan pada industri kebugaran menuntut perusahaan untuk mempertahankan
pelanggan dan mengidentifikasi pelanggan yang berpotensi berhenti menggunakan
layanan. PT X sebagai penyedia layanan Pilates belum memiliki pendekatan
analitik yang dapat mengidentifikasi customer churn secara sistematis berdasarkan
riwayat transaksi dan aktivitas pelanggan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan
model prediksi customer churn menggunakan metode data mining serta merancang
prototype sebagai alat pendukung pengambilan keputusan dalam pengelolaan
pelanggan.
Penelitian menggunakan kerangka CRISP-DM dengan data transaksi pelanggan
dari cabang Lengkong dan Soekarno Hatta. Data dipersiapkan melalui proses
normalisasi, penggabungan, pembersihan, transformasi, dan pembentukan fitur
pelanggan. Definisi churn ditentukan berdasarkan analisis positive gap, dengan
persentil ke-80 menghasilkan threshold ketidakaktifan sebesar 73 hari. Selanjutnya,
tiga algoritma klasifikasi dibandingkan, yaitu Logistic Regression, Decision Tree,
dan Random Forest. Proses hyperparameter tuning dan feature selection dilakukan
untuk memperoleh model dengan performa dan jumlah fitur yang sesuai. Hasil
seleksi menghasilkan 12 fitur yang digunakan pada model final.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Decision Tree dengan 12 fitur merupakan
model final yang digunakan untuk prediksi customer churn. Pada data pengujian,
model menghasilkan accuracy sebesar 92,55%, precision 88,75%, recall 99,31%,
dan F1-score 93,73%. Nilai recall yang tinggi menunjukkan kemampuan model
dalam mengidentifikasi sebagian besar pelanggan yang mengalami churn. Model
kemudian diimplementasikan dalam prototype berbasis Python dan Streamlit untuk
menghasilkan prediksi serta pengelompokan risiko pelanggan. Dengan demikian,
penelitian ini menghasilkan model dan prototype yang dapat digunakan sebagai alat
pendukung bagi PT X dalam mengidentifikasi dan memprioritaskan pelanggan
yang berpotensi churn, sehingga aktivitas customer relationship management dapat
dilakukan secara lebih terarah.
Perpustakaan Digital ITB