digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Pendampingan anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) dalam pendidikan inklusif memerlukan kolaborasi yang berkelanjutan antara orang tua dan guru. Karakteristik ADHD yang berkaitan dengan kesulitan perhatian, impulsivitas, serta regulasi perilaku dan emosi menyebabkan anak membutuhkan strategi pendampingan yang konsisten di lingkungan rumah maupun sekolah. Namun, proses pertukaran informasi antara orang tua dan guru masih sering berlangsung secara informal, tidak terintegrasi, serta belum terdokumentasi secara berkelanjutan, sehingga diperlukan solusi berupa sistem pendukung komunikasi berbasis aplikasi mobile yang mampu menjembatani pertukaran informasi antara kedua pihak secara lebih terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan dan karakteristik pertukaran informasi antara orang tua dan guru dalam pendampingan anak ADHD, menganalisis tantangan yang muncul dalam proses komunikasi lintas lingkungan, serta merumuskan konsep perancangan sistem pendukung komunikasi hingga implementasinya dalam bentuk desain antarmuka aplikasi mobile. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi Design-Based Research yang mengadaptasi kerangka Double Diamond Design Process. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan studi dokumentasi pada konteks Sekolah Dasar Inklusif Ibnu Sina. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan anak ADHD memerlukan mekanisme pertukaran informasi yang mampu mendukung dokumentasi perkembangan anak, pemantauan aktivitas pendampingan, serta penyelarasan strategi pendampingan antara rumah dan sekolah. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menghasilkan konsep perancangan aplikasi mobile ADHD Bridge sebagai sistem pendukung komunikasi bagi kolaborasi orang tua dan guru, dengan hasil pengujian usability menunjukkan skor System Usability Scale sebesar 76,5 pada guru dan 71,5 pada orang tua, keduanya pada kategori Acceptable-Good.