Krisis kesehatan mental merupakan kondisi yang memengaruhi aspek biologis, psikologis, dan sosial individu sehingga memerlukan penanganan yang tidak hanya berorientasi pada intervensi klinis, tetapi juga didukung oleh lingkungan binaan yang mampu memfasilitasi proses pemulihan secara holistik. Di Indonesia, selain minimnya fasilitas atau sulitnya untuk mendapat pelayanan kejiwaan, fasilitas pelayanan kesehatan jiwa umumnya masih didominasi pendekatan institusional yang berfokus pada aspek medis. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya konsep perancangan Mental Health Crisis Center yang mampu mengintegrasikan kebutuhan pengguna dengan kualitas ruang yang mendukung proses recovery terutama untuk individu dengan usia transisi yang sangat rentan mengalami krisis kesehatan mental. Perancangan ini bertujuan merumuskan konsep perancangan Mental Health Crisis Center melalui integrasi Therapeutic Healing Environment dan Biophilic Design dalam kerangka Model Biopsikososial. Prinsip Therapeutic Healing Environment disintesis berdasarkan dimensi biologis, psikologis, dan sosial, kemudian diterjemahkan menjadi strategi perancangan menggunakan pendekatan Biophilic Design. Hasil sintesis menghasilkan konsep utama Recovery Journey, yaitu pendekatan perancangan yang memandang proses pemulihan yang berlangsung secara bertahap dari kondisi krisis menuju keberfungsian kembali. Konsep ini dikembangkan melalui tiga prinsip utama, yaitu Restore sebagai upaya memulihkan keseimbangan fisiologis melalui kualitas lingkungan yang sehat dan terhubung dengan alam, Regulate sebagai strategi mendukung regulasi emosi dan rasa aman melalui pengalaman ruang yang restoratif, serta Reconnect sebagai upaya membangun kembali hubungan sosial melalui ruang yang mendukung interaksi, keterlibatan keluarga, dan reintegrasi dengan komunitas. Ketiga prinsip tersebut diterjemahkan ke dalam organisasi ruang, zoning, bentuk massa, sirkulasi, serta karakter ruang sehingga membentuk pengalaman arsitektural yang mendukung proses pemulihan. Perancangan ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam perancangan fasilitas kesehatan jiwa yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelayanan, tetapi juga sebagai lingkungan terapeutik yang mendukung pemulihan biologis, psikologis, dan sosial secara terpadu.
Perpustakaan Digital ITB