Laporan tugas akhir ini membahas perancangan ulang Lembaga Pemasyarakatan
(Lapas) Perempuan Kelas IIA Bandung dengan fokus utama pada peningkatan
kemandirian dan produktivitas warga binaan melalui pendekatan desain humanis.
Masalah utama yang diangkat adalah kondisi extreme overcrowding atau
kelebihan kapasitas hunian yang mencapai 81,5% di mana kapasitas ideal untuk
227 orang kini dihuni oleh 412 narapidana, serta terbatasnya fasilitas pembinaan
yang memadai. Kondisi ini dinilai menghambat efektivitas proses rehabilitasi dan
belum mendukung kesejahteraan psikologis narapidana perempuan yang memiliki
kebutuhan spesifik dari aspek biologis, sosial, maupun emosional.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan
kuantitatif melalui observasi lapangan, wawancara, serta kuesioner terhadap 17
warga binaan untuk menggali persepsi kenyamanan dan kebutuhan ruang mereka.
Hasil perancangan mengusulkan transformasi lingkungan fisik yang lebih
manusiawi dengan menempatkan manusia sebagai pusat desain (arsitektur
humanistik) guna memenuhi hierarki kebutuhan Maslow, mulai dari rasa aman
hingga aktualisasi diri. Konsep desain yang ditawarkan mencakup penggunaan
massa bangunan yang tidak masif, penerapan palet warna terapeutik seperti light
gray, beige, orange, dan deep blue untuk menjaga stabilitas emosi, serta
penggunaan material yang hangat dan transparan untuk memudahkan pengawasan
tanpa kesan intimidatif.
Fokus utama perancangan terletak pada penyediaan ruang pelatihan produktif dan
workshop keterampilan yang adaptif—seperti tata boga, menjahit, dan
salon—serta area refleksi dan taman terapi. Selain itu, desain ini
mengintegrasikan elemen budaya lokal Bandung melalui karakter "Mojang
Priangan" yang menekankan nilai kesederhanaan dan kerapian dalam tatanan
ruang. Melalui perancangan ulang ini, diharapkan tercipta lingkungan lembaga
pemasyarakatan yang edukatif dan berdaya guna dalam mempersiapkan warga
binaan untuk hidup mandiri dan sukses dalam proses reintegrasi sosial setelah
masa tahanan berakhir.
Perpustakaan Digital ITB