Pergeseran paradigma pendidikan di Indonesia ditandai dengan perbaikan kurikulum yang digagas Kementrian Pendidikan Nasional atau dikenal Kurikulum 2013. Kurikulum dirancang menyesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik siswa abad 21. Selain itu pemerintah telah mencanangkan ujian nasional berbasis komputer bagi sekolah yang memiliki fasilitas.
Perubahan pola pembelajaran dari konvensional ke digital menuntut penyelenggara pendidikan dan guru menyiapkan bahan ajar atau media peraga yang sesuai dengan perkembangan terkini. Media yang digunakan adalah Virtual Reality dengan sasaran pengguna siswa sekolah menengah pertama usia 12-15 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi, studi literatur, serta wawancara dengan pihak-pihak terkait.
Dalam implementasi penyampaian materi sistem tata surya dibutuhkan alat bantu khusus seperti teropong bintang (teleskop) untuk mengamati sistem tata surya. Konsep yang digunakan dalam merancang peraga digital ini adalah mencari media yang tepat untuk mengakomodir kebutuhan tersebut. Perkembangan teknologi saat ini memungkinan menggabungkan VR Box, Smartphone dan aplikasi VR menjadi media baru dalam menyampaikan pelajaran IPA khususnya tata surya.
Produk akhir dari perancangan ini berupa aplikasi konten peraga digital “jelajah matahari” dengan latar belakang penjelajahan angkasa. Asumsi operasional dari aplikasi ini pengguna mendapatkan respon persepsi kehadiran dan keterlibatan sehingga dapat memahami dan menyimpulkan melalui reaksi. Rancangan aplikasi ini diharapkan menjadi pengalaman baru bagi siswa dalam belajar IPA dengan teknologi baru dan menyenangkan.
Perpustakaan Digital ITB