Terminal Peti Kemas (TPK) Koja merupakan salah satu terminal peti kemas utama di Pelabuhan Tanjung Priok yang sedang menghadapi tantangan operasional terkait tingginya waktu putar truk eksternal impor. Hal ini disebabkan oleh produktivitas Rubber Tyred Gantry (RTG) yang belum optimal dan tingginya jumlah kedatangan truk eksternal pada waktu yang bersamaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang model simulasi dan menentukan kombinasi usulan terbaik dari strategi pengambilan peti kemas oleh RTG, skema koordinasi antar RTG, dan prosedur kedatangan truk guna meminimasi rata-rata waktu putar truk eksternal impor di TPK Koja.
Pemecahan masalah dalam penelitian ini dilakukan menggunakan metode simulasi berbasis agen dengan bantuan perangkat lunak NetLogo. Metodologi penelitian ini mencakup pengembangan model konseptual dan matematis yang kemudian ditransformasikan ke dalam model simulasi untuk menguji berbagai skenario. Skenario yang diuji meliputi variasi strategi pengambilan peti kemas (berbasis waktu menunggu, jarak, dan waktu proses), skema koordinasi antar RTG (market based, zonal 1on1, zonal 1on2 vertikal, dan zonal 1on2 horizontal), serta prosedur kedatangan truk (kedatangan acak dan kedatangan ternegosiasi). Solusi terbaik ditentukan melalui validasi model dan uji statistik untuk membandingkan ukuran performansi sistem usulan terhadap sistem eksisting. Sebagai langkah optimasi lanjutan, dilakukan eksplorasi terhadap tiga parameter operasional, yakni fleksibilitas waktu client, waktu pengantaran peti kemas, dan durasi sesi untuk memperoleh kombinasi parameter operasional yang optimal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi strategi pengambilan peti kemas berbasis waktu proses dengan parameter waktu pengantaran peti kemas sebesar 123 detik, skema koordinasi antar RTG zonal 1on1, dan prosedur kedatangan ternegosiasi dengan parameter fleksibilitas waktu client sebesar 2911 detik dan parameter durasi sesi sebesar 14256 detik memberikan rata-rata waktu putar truk eksternal impor terendah, yaitu 704,78 detik. Kombinasi usulan ini mampu menurunkan rata-rata waktu putar truk eksternal impor sebesar 14,81% dibandingkan dengan sistem eksisting.
Perpustakaan Digital ITB